Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Barat – Pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Barat kembali menuai kritik. Beredar sebuah video viral yang memperlihatkan sejumlah petugas masak bekerja tanpa menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) standar sanitasi sambil berjoget diiringi musik remix.
Berdasarkan video berdurasi 47 detik tersebut, para petugas masak terlihat tidak mengenakan sarung tangan, masker penutup wajah, dan penutup kepala.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dugaan sementara, lokasi kejadian berada di dapur SPPG Bumasya Cooking, Pasar Liwa, Kecamatan Balik Bukit. Kondisi ini memicu keluhan masyarakat terkait jaminan kebersihan dan higienitas makanan yang akan didistribusikan kepada para penerima manfaat.
Terlebih, insiden ini terjadi tak lama setelah temuan ulat dan daging alot pada menu MBG di wilayah yang sama beberapa waktu lalu.
Indra, salah seorang warga Kecamatan Balik Bukit, menilai kejadian ini merupakan bukti nyata lemahnya pengawasan terhadap program MBG di Lampung Barat.
”Sangat disayangkan. Belum reda permasalahan ulat di Pasar Liwa, sekarang muncul masalah baru. Ini menunjukkan perlunya pengawasan yang lebih ketat serta evaluasi menyeluruh, baik untuk pemilik dapur, kepala SPPG, maupun relawannya,” ujar Indra.
Kritik tajam juga disampaikan oleh Koordinator Masyarakat Independent GERMASI, Wahdi Syarif. Ia menegaskan, insiden tersebut merupakan bentuk pengabaian Standar Operasional Prosedur (SOP) dan sterilisasi dapur.
“Ini bukan sekadar soal joget, tapi SOP yang diabaikan. Makanan ini dikonsumsi manusia, khususnya anak-anak. Jika dari dapurnya saja tidak higienis, ini jelas berisiko langsung pada kesehatan publik,” tegas Wahdi, dikutip dari Kupastuntas.
Lebih lanjut, Wahdi menyoroti dugaan penggunaan anggaran operasional yang disebut berada di kisaran Rp3.000.
Menurutnya, dana tersebut seharusnya cukup untuk memenuhi kebutuhan APD dasar. Ia juga mempertanyakan kompetensi dan kelayakan para pekerja dapur.
”Kalau anggaran itu ada, ke mana larinya? Selain itu, apakah mereka (pekerja) memiliki sertifikat penjamah makanan? Jika tidak, berarti ada pembiaran serius dalam perekrutan dan pengawasan,” tambahnya.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala SPPG Bumasya Cooking Pasar Liwa, Fajri, belum memberikan respons maupun klarifikasi saat dihubungi terkait dugaan pelanggaran SOP di lokasi dapur yang dipimpinnya. (*)






