Kenapa Kapal Pertamina Dilarang Lewat Selat Hormuz? Ini Kata Dubes Iran!

- Editor

Minggu, 12 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist (Dok. Reuters)

Hariannarasi.com, Jakarta – Dua kapal tanker milik PT Pertamina International Shipping (PIS), yakni VLCC Pertamina Pride dan Gamsunoro, hingga saat ini masih tertahan di Teluk Arab dan belum bisa melintasi Selat Hormuz. 

Tertahannya kapal tersebut disebabkan oleh pemberlakuan protokol keamanan yang ketat oleh otoritas Iran akibat situasi konflik yang masih berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, mengatakan, jika jalur pelayaran vital di Selat Hormuz saat ini berada dalam kondisi sensitif masa perang.

Ia menegaskan, Iran tidak menutup akses selat tersebut, namun setiap kapal yang melintas diwajibkan untuk berkoordinasi dan bernegosiasi dengan penjaga keamanan Iran.

“Selat Hormuz saat ini tidak dalam kondisi biasa. Pada masa seperti ini tentunya ada beberapa protokol yang harus dilalui, termasuk bernegosiasi dengan pihak keamanan dari Iran,” kata Boroujerdi di Jakarta, Sabtu (11/4).

Merespons situasi ini, PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI terus mengupayakan jalur diplomasi agar kedua kapal dapat segera melintas.

Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, menjelaskan bahwa pihaknya dan Kemlu memantau perkembangan secara harian untuk memastikan persiapan teknis keberangkatan kapal. Keselamatan awak, kapal, serta muatan tetap menjadi prioritas utama perusahaan.

“Kedua kapal tersebut saat ini masih diupayakan untuk bisa melintasi Selat Hormuz. Kami memohon doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia agar proses ini dapat terselesaikan dengan baik,” ujarnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!
Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!
Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!
Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!
Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’
Netanyahu dan Warga Israel Gelar Doa Bersama di Komplek Masjidil Aqsa, Arab Saudi Meradang!
Intelijen Iran Unit 4.000 IRGC Bidik Pelabuhan Tanjung Priok, Tiga WNI Dilaporkan Direkrut
Aniaya Staf, Istri Presiden RI Pertama Ini Dituntut Jaksa Tokyo Denda Rp22,8 Juta! 
Berita ini 53 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 07:10 WIB

Bandara Arab Saudi Diserang Rudal, 12 Tewas dan 309 Luka, Bandara Lumpuh Total!

Rabu, 30 September 2026 - 09:56 WIB

Jadi Tentara Bayaran Rusia, WNI Asal Natuna Tewas Dihantam Drone Ukraina!

Rabu, 30 September 2026 - 09:07 WIB

Sempat Mangkrak 2 Dekade, Proyek Tambang Rp268 T Ini Disulap Trump Jadi Pabrik Baja Terbesar AS!

Selasa, 22 September 2026 - 11:37 WIB

Viral! Pria Kanada Kembali Prediksi Gempa Dahsyat di RI dalam Waktu Dekat, Ini Respons Tegas BMKG!

Senin, 21 September 2026 - 12:43 WIB

Serukan Kemerdekaan Palestina, Media Israel Sindir Prabowo: Setahun Lalu Dukung Kami Sekarang Teriak ‘Free Palestine’

Berita Terbaru