SAH! Besok Lebaran atau Lanjut Puasa? Kemenag Ketuk Palu Sore Ini!

- Editor

Rabu, 18 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi Sidang Isbat Lebaran 2026.

Hariannarasi.com, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menggelar Sidang Isbat untuk menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah atau Lebaran 2026 pada Kamis (19/3/2026). 

Proses persidangan dijadwalkan dimulai pada pukul 16.00 WIB dan akan berlangsung hingga malam hari. Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat Islam Kemenag, Abu Rokhmad, mengatakan, penetapan awal Syawal ini didasarkan pada penggabungan dua metode.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dua metode tersebut yakni data perhitungan astronomi (hisab) dan hasil pengamatan hilal langsung (rukyatul hilal) yang telah diverifikasi.

​”Pelaksanaan sidang didasarkan pada data hisab dan hasil rukyat yang diverifikasi, serta melalui mekanisme yang terbuka kepada publik. Ini merupakan forum penting yang mengedepankan kehati-hatian, keilmuan, dan kebersamaan umat,” kata Abu Rokhmad.

Lebih lanjut, Abu Rokhmad menjelaskan bahwa rangkaian Sidang Isbat akan diawali dengan seminar pemaparan posisi hilal oleh Tim Hisab Rukyat Kemenag.

Setelah itu, agenda dilanjutkan dengan sidang tertutup untuk membahas laporan rukyatul hilal yang masuk dari seluruh daerah, sebelum hasil akhirnya diumumkan secara resmi kepada masyarakat.

​Guna memastikan keakuratan hasil pengamatan, Kemenag telah menerjunkan tim untuk melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) di 117 titik lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia.

Berdasarkan data hisab awal, pada hari pemantauan yang bertepatan dengan 29 Ramadhan 1447 H (19 Maret 2026), posisi ketinggian hilal di seluruh wilayah Indonesia sudah berada di atas ufuk, yakni di kisaran 0°54’27” hingga 3°7’52”.

Adapun sudut elongasi hilal berkisar antara 4°32’40” hingga 6°6’11”. Seluruh sistem hisab juga menunjukkan bahwa ijtimak (konjungsi) menjelang Syawal terjadi pada hari yang sama sekitar pukul 08.23 WIB.

​Meski data astronomi telah memaparkan posisi hilal, keputusan final tetap harus menunggu hasil pengamatan di lapangan. “Penetapan awal Syawal 1447 H akan menunggu laporan hasil rukyatul hilal dari seluruh daerah yang kemudian dibahas dalam sidang isbat,” tegas Abu Rokhmad.

Sidang Isbat ini melibatkan berbagai pihak lintas instansi, di antaranya perwakilan Duta Besar negara sahabat, Ketua Komisi VIII DPR RI, Mahkamah Agung, Majelis Ulama Indonesia (MUI), BMKG, Badan Informasi Geospasial (BIG), BRIN, Observatorium Bosscha ITB, Planetarium, serta para pakar falak dari berbagai organisasi kemasyarakatan Islam. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

DPR Usulkan Hapus Latsarmil Manajer Kopdes, Sebut Anggaran Capai Rp 30 Juta Per Orang Per Bulan! 
Luhut Buka Suara! Anggaran Rp 120 T Program MBG Belum Sentuh Petani dan UMKM
Bertambah Lagi! Total Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil
Presiden Prabowo ‘Usir’ Wartawan Saat Konvensi di JICC
Latsarmil Berujung Petaka, 4 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia
BEM Unila Datangi DPR RI, Desak Komisi V Evaluasi Mahalnya Tarif Tol Lampung
Gantikan Ardito Wijaya, I Komang Koheri Resmi Terima SK Plt Bupati Lampung Tengah
Kucurkan Rp134 Miliar, Presiden Prabowo Sulap 7 Ruas Jalan di Lampung Jadi Mulus 100 Persen!
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 15:12 WIB

DPR Usulkan Hapus Latsarmil Manajer Kopdes, Sebut Anggaran Capai Rp 30 Juta Per Orang Per Bulan! 

Senin, 29 Juni 2026 - 18:49 WIB

Luhut Buka Suara! Anggaran Rp 120 T Program MBG Belum Sentuh Petani dan UMKM

Sabtu, 27 Juni 2026 - 05:46 WIB

Bertambah Lagi! Total Lima Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia Saat Latsarmil

Jumat, 26 Juni 2026 - 19:32 WIB

Presiden Prabowo ‘Usir’ Wartawan Saat Konvensi di JICC

Jumat, 26 Juni 2026 - 15:45 WIB

Latsarmil Berujung Petaka, 4 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia

Berita Terbaru