Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (ITERA) menggelar aksi unjuk rasa di kawasan Tugu Adipura, Kota Bandar Lampung, pada Rabu (28/10/2026).
Dalam aksi tersebut, massa membentangkan sejumlah spanduk berisi kritik tajam dan melayangkan lima tuntutan mendesak kepada pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber, unjuk rasa ini diwarnai dengan orasi penolakan terhadap sejumlah kebijakan pemerintah yang dinilai tidak berpihak kepada rakyat.
Spanduk yang dibawa mahasiswa secara tegas menuntut agar pemerintah lebih fokus pada penyelesaian krisis di berbagai sektor.
Presiden Keluarga Mahasiswa (KM) ITERA, Kevin Andreano, menegaskan bahwa aksi turun ke jalan ini bukan tanpa alasan. Menurutnya, gerakan ini murni merupakan representasi dari suara rakyat bawah.
”Aksi ini adalah bentuk solidaritas mahasiswa untuk menyuarakan keresahan masyarakat terhadap kondisi bangsa saat ini,” tegas Kevin di sela-sela unjuk rasa.
Lebih lanjut, massa aksi merumuskan lima poin utama yang menjadi tuntutan kepada pemerintahan Prabowo-Gibran.
Kelima tuntutan tersebut meliputi:
- Penetapan Status Bencana: Mendesak pemerintah pusat untuk segera menetapkan status kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana banjir sebagai bencana nasional.
- Pembenahan Ekonomi: Menuntut perbaikan dan pembenahan tata kelola ekonomi nasional secara menyeluruh guna menstabilkan kondisi finansial negara dan masyarakat.
- Perlindungan Demokrasi: Meminta pemerintah menghentikan segala bentuk penyempitan ruang sipil serta menjamin kebebasan berpendapat.
- Pemberantasan Korupsi: Mendesak tindakan nyata dan tegas dalam pemberantasan praktik Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) di seluruh lini pemerintahan.
- Pemenuhan Hak Dasar: Menuntut jaminan pemenuhan hak dasar warga negara atas pendidikan, kesehatan, serta pelayanan publik yang adil dan merata.
Aksi yang dipusatkan di jantung kota Bandar Lampung ini mendapatkan pengawalan dari aparat keamanan setempat guna memastikan penyampaian aspirasi berjalan dengan tertib. (*)






