Selisih Harga Picu Antrean BBM di Lampung, Hiswana Migas: Konsumen Beralih ke Subsidi

- Editor

Selasa, 13 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung, Rudy Hartanto. 

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Selisih harga yang cukup jauh antara bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan nonsubsidi dinilai menjadi pemicu antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Provinsi Lampung.

Ketua DPC Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi (Hiswana Migas) Lampung Rudy Hartanto mengatakan disparitas harga tersebut berpotensi mendorong konsumen yang sebelumnya menggunakan BBM nonsubsidi beralih ke BBM bersubsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan daftar harga resmi Pertamina per 1 Oktober 2026, harga BBM subsidi masih dipertahankan. Pertalite (RON 90) Rp10.000 per liter dan Biosolar Subsidi Rp6.800 per liter.

Sementara BBM nonsubsidi jauh lebih tinggi. Pertamax (RON 92) Rp15.950 per liter, Dexlite (CN 51) Rp23.700 per liter, dan Pertamina Dex (CN 53) Rp25.200 per liter.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyebut antrean Biosolar dipicu peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Kenaikan harga BBM nonsubsidi, khususnya Dex, mendorong peralihan tersebut.

Data transaksi QR Code Biosolar di SPBU Lampung tercatat meningkat sejak Mei hingga September.

Untuk mengatasi antrean, Gubernur Lampung memperketat pengawasan distribusi Biosolar menyusul antrean panjang di sejumlah SPBU.

Pengawasan terhadap kendaraan roda enam ke atas diperketat mulai Selasa, 13 Oktober 2026. Petugas akan melakukan pemeriksaan STNK untuk mencocokkan identitas kendaraan dengan QR Code Biosolar yang digunakan.

Langkah tersebut dilakukan untuk mencegah penyalahgunaan dan pengisian berulang yang tidak semestinya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Ungkap Kematian Wanita di Kebun Sawit Mesuji, Korban Terakhir Terlihat Bersama Pria Berinisial J
Cemburu Buta, Pria di Kota Metro Tega Bakar Istri, Luka Bakar Capai 80 Persen! 
Gara-gara Bau Tak Sedap, Warga Temukan Janda Asal Tanggamus Tewas Membusuk di Kontrakan Pringsewu
Viral Dugaan Pungli Oknum Polisi di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara: Masih Ditelusuri
IPAL Bermasalah, Sekda Tanggamus Evaluasi SPPG Kebumen dan Beri Waktu Perbaikan Satu Bulan
Viral Tembak Warga di Kalideres, 2 Pelaku Curanmor Jaket Ojol Ditangkap di Lampung
Motor Pengunjung Hilang di Parkiran Lex Coffee Kemiling, Pelaku Sempat Gagal Bobol Motor Karyawan
Bupati Pesawaran Batasi Hiburan Organ Tunggal, Hanya Sampai Pukul 18.00 WIB! 
Berita ini 6 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:04 WIB

Polisi Ungkap Kematian Wanita di Kebun Sawit Mesuji, Korban Terakhir Terlihat Bersama Pria Berinisial J

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:01 WIB

Cemburu Buta, Pria di Kota Metro Tega Bakar Istri, Luka Bakar Capai 80 Persen! 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Gara-gara Bau Tak Sedap, Warga Temukan Janda Asal Tanggamus Tewas Membusuk di Kontrakan Pringsewu

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:40 WIB

Viral Dugaan Pungli Oknum Polisi di Payan Mas, Kapolres Lampung Utara: Masih Ditelusuri

Selasa, 13 Oktober 2026 - 14:33 WIB

IPAL Bermasalah, Sekda Tanggamus Evaluasi SPPG Kebumen dan Beri Waktu Perbaikan Satu Bulan

Berita Terbaru