Caption : Ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Seorang pria bernama Solehudin Bin Mursi, warga Desa Mekar Jaya, Kecamatan Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan, menjadi korban pengeroyokan massa di area Pasar Malam Pameran Expo 2026, Tanjung Bintang.
Peristiwa penganiayaan tersebut terjadi pada Minggu (25/4/2026) malam sekitar pukul 21.00 WIB. Kejadian ini dipicu oleh tuduhan palsu pencurian sepeda motor.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan kronologi kejadian, awalnya korban bermaksud melepas lelah dengan menumpang duduk di atas sebuah sepeda motor yang terparkir. Secara tiba-tiba, seorang oknum juru parkir meneriakinya dengan tuduhan hendak mencuri.
”Tiba-tiba saya diteriaki, ‘mau maling motor lo ya’. Tak lama, ada sekitar tujuh orang datang dan tanpa basa-basi langsung memukul wajah serta menendang badan saya,” terang Solehudin saat memberikan keterangan, Minggu (26/4/2026).
Faktanya, sepeda motor yang diduduki oleh korban adalah kendaraan miliknya sendiri yang baru ia beli satu minggu sebelumnya. Akibat pengeroyokan tersebut, korban mengalami luka lebam di bagian wajah dan tubuh, bahkan hingga muntah darah.
Aksi penganiayaan ini sempat terekam kamera warga dan viral di media sosial Facebook melalui unggahan akun Yulia Vransastya. Dalam rekaman tersebut, tampak korban dianiaya dan dijambak di tengah kerumunan warga yang tersulut emosi akibat provokasi di lokasi.
Tidak terima atas penganiayaan dan pencemaran nama baik yang dialaminya, Solehudin resmi menempuh jalur hukum. Ia melaporkan insiden tersebut ke Polsek Tanjung Bintang dengan nomor laporan: STBPL/B-606/IV/2026/SPKT/SEK TJ. BINTANG/POLRES LAMSEL/POLDA LAMPUNG.
Korban secara tegas menyatakan menolak jalan damai dan meminta pihak kepolisian segera menangkap para pelaku.
”Saya tidak mau damai. Banyak fitnah di media sosial yang menyebut seolah saya benar-benar ingin mencuri. Saya mohon kepada penegak hukum agar kasus ini segera ditindaklanjuti. Saya ingin nama baik saya pulih,” tegasnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna mengidentifikasi dan memburu ketujuh terduga pelaku pengeroyokan. (*)






