Harga Plastik Melonjak 120%,  Diskoperindag Lampung Malah Minta Perajin Tempe Banting Setir ke Daun Pisang

- Editor

Kamis, 9 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung mengimbau pelaku usaha atau perajin tempe untuk beralih menggunakan daun pisang sebagai kemasan alternatif. 

Kebijakan ini didorong oleh lonjakan harga biji plastik yang meroket hingga 50-120 persen sejak akhir Februari 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Disperindag Provinsi Lampung, M. Zimmi Skil, menjelaskan bahwa kenaikan harga plastik tersebut merupakan imbas langsung dari kondisi geopolitik global.

Terganggunya distribusi minyak dunia, termasuk di jalur Selat Hormuz, telah memicu kenaikan harga nafta yang menjadi bahan baku utama pembuatan plastik.

​“Karena kondisi geopolitik global yang tidak menentu dan distribusi minyak terganggu, maka harga nafta naik dan berdampak pada harga plastik,” ujar Zimmi, Kamis (9/4), menyusul peninjauan ke pabrik tahu di wilayah Jagabaya, Way Halim, pada Rabu (8/4) sore.

Sebagai solusi, Disperindag menilai daun pisang dapat menjadi langkah strategis bagi perajin untuk menekan biaya produksi. Selain lebih ekonomis, Zimmi menyebut daun pisang lebih sehat dan merupakan bagian dari kearifan lokal.

Ia juga memperingatkan bahwa penggunaan plastik non-standar berpotensi menimbulkan risiko kesehatan akibat residu bahan kimia dari nafta.

Stok dan Harga Kedelai Dipastikan Aman

​Di tengah kendala tingginya harga kemasan plastik, Disperindag memastikan bahwa rantai pasok bahan baku utama, yakni kedelai impor, tetap dalam kondisi stabil dan aman.

Berdasarkan hasil pemantauan pemerintah daerah, dengan harga Kedelai, saat ini berada di angka Rp10.000 per kilogram, jauh di bawah harga acuan pemerintah yang ditetapkan sebesar Rp12.000 per kilogram.

Ketersediaan Stok, cadangan kedelai di Lampung terbilang sangat mencukupi. Salah satu pemasok, PT Budi Andalan Group, tercatat memiliki cadangan hingga 500 ton kedelai impor.

“Dengan harga kedelai yang stabil di bawah harga acuan, artinya pelaku usaha masih memiliki ruang untuk menjaga harga jual tempe dan tahu agar tidak naik di pasaran,” pungkas Zimmi. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Inspektorat Tanggamus Siap Tindak Tegas Dugaan Penyelewengan RSUD Batin Mangunang: Jangan Main-main Sama Uang Negara!
Viral! Oknum Anggota DPRD Tulang Bawang Selingkuh dengan PPPK, HP Dibawa ke Mabes Polri!
Dalih Terlilit Utang, ART di Pringsewu Nekat Kuras ATM hingga Jual Emas Antam Majikan Senilai Rp46 Juta
Pemprov Lampung Luncurkan ‘Bed Dryer’ di Mesuji, Pangkas Waktu Pengeringan Gabah Jadi Hitungan Jam
Carut Marut Tata Kelola RSUD Batin Mangunang, Uang Miliaran Menguap Gitu Aja?! GRAK Tantang Inspektorat Lakukan Audit
Bupati Tanggamus Lantik 13 Pejabat, Ini Daftar Lengkapnya!
Beringas! Atlet Tinju PON Lampung Dihantam Cangkul di PKOR, Polisi Amankan Tiga Pelaku
Apes! Kencan Pertama Lewat Medsos, Pria Ini Bawa Kabur Motor dan Ponsel Mahasiswi di Bandar Lampung
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 09:07 WIB

Inspektorat Tanggamus Siap Tindak Tegas Dugaan Penyelewengan RSUD Batin Mangunang: Jangan Main-main Sama Uang Negara!

Jumat, 26 Juni 2026 - 07:09 WIB

Viral! Oknum Anggota DPRD Tulang Bawang Selingkuh dengan PPPK, HP Dibawa ke Mabes Polri!

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:23 WIB

Dalih Terlilit Utang, ART di Pringsewu Nekat Kuras ATM hingga Jual Emas Antam Majikan Senilai Rp46 Juta

Kamis, 25 Juni 2026 - 09:20 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan ‘Bed Dryer’ di Mesuji, Pangkas Waktu Pengeringan Gabah Jadi Hitungan Jam

Kamis, 25 Juni 2026 - 08:43 WIB

Carut Marut Tata Kelola RSUD Batin Mangunang, Uang Miliaran Menguap Gitu Aja?! GRAK Tantang Inspektorat Lakukan Audit

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Latsarmil Berujung Petaka, 4 Calon Manajer Kopdes Meninggal Dunia

Jumat, 26 Jun 2026 - 15:45 WIB