Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Ada pemandangan menarik yang sarat makna di Jalan H. Sabran, Pekon Pardasuka, Kecamatan Kotaagung, Senin (23/3/2026). Di bawah terik matahari yang hangat, ratusan warga berbalut seragam hijau berkumpul.
Mereka tak sekadar bersilaturahmi, mereka tengah mengikat sebuah komitmen besar untuk kampung halamannya dalam Deklarasi Forum Komunikasi Warga Tanggamus (FORKOWAT).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kehadiran jajaran pimpinan daerah, seperti Bupati dan Wakil Bupati Tanggamus di sekretariat FORKOWAT hari itu menjadi legitimasi tersendiri.
Sebuah seruan yang menggugah memori kolektif warga tentang arti pentingnya kerukunan. “Masa sih kampung kelahiran kita enggak bisa rukun damai?,” jelas perwakilan Forkowat.
Ia mengingatkan, agar masyarakat Tanggamus berhenti menonjolkan ego masing-masing. “Kedamaian antar wilayah dari seberang sana, alhamdulillah kita rukun damai, ini adalah fondasi mutlak sebelum bicara soal kemajuan,” ujarnya.
FORKOWAT ini bukan sekadar pembentukan ormas biasa. Ini adalah sebuah tawaran sinergi. Hal ini terbukti ketika sang tokoh secara tegas menginstruksikan barisannya untuk mendukung penuh program kepemerintahan saat ini.
“Ayo kita dukung kepemerintahan Bang Haji Saleh,” serunya, yang seketika dijawab dengan pekik lantang, “Bersatu! Siap!” dari para anggota FORKOWAT.
Sementara, Bupati Tanggamus Saleh Asnawi dengan jujur mengakui, kepulangannya ke Tanggamus membawa bekal ragam praktik, pengalaman, psikologi, dan tata laku dari daerah seperti Tangerang, Banten, hingga DKI Jakarta. Jika hal-hal positif tersebut bisa dipraktikkan di sini, ia meyakini Tanggamus akan melangkah jauh lebih maju.
“Nyak mulang mit Tanggamus mak dok tujuan lain, kecuali haga ngebangun Tanggamus. Haga pakai anak umpu ram.” (Saya pulang ke Tanggamus tidak ada tujuan lain, kecuali ingin membangun Tanggamus. Untuk anak cucu kita kelak),” jelas Bupati Tanggamus, Saleh Asnawi. (*)






