Siapa Dalang Teror Air Keras Andrie Yunus? YLBHI Kantongi Bukti CCTV dan Beri Peringatan Keras!

- Editor

Kamis, 19 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Jakarta – Ketua Umum Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Muhamad Isnur, mengungkapkan bahwa aktivis hak asasi manusia (HAM) Andrie Yunus telah diintai selama beberapa hari sebelum menjadi korban dugaan teror penyiraman air keras. Pernyataan tersebut disampaikan Isnur dalam konferensi pers Koalisi Masyarakat Sipil. 

Isnur menjelaskan, pelaku melacak pergerakan Andrie secara rinci mulai dari kediamannya, tempat mes, hingga lokasi yang dikunjungi korban seperti Selcius dan Yellow Bay. Isnur menegaskan, pihaknya telah mengantongi bukti kuat terkait pengintaian tersebut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Semua pergerakan Andrie Yunus sudah diikuti, dan kami memiliki hak untuk mengungkap hal ini ke depan. Kami memiliki rekaman CCTV yang jelas terkait pengintaian tersebut,” ujar Isnur di konferensi pers, beberapa waktu lalu.

YLBHI mendesak aparat kepolisian untuk segera menyelidiki kasus dugaan penyiraman air keras ini secara serius.

Isnur memperingatkan, jika proses penyelidikan oleh kepolisian berjalan lambat, Koalisi Masyarakat Sipil tidak segan untuk membawa kasus ini ke ranah internasional.

Langkah ini diambil mengingat posisi Andrie Yunus sebagai pembela HAM yang mendapat perhatian dari berbagai pelapor khusus global.

​Lebih lanjut, Isnur menyoroti tren eskalasi serangan terhadap para aktivis di Indonesia dalam dua dekade terakhir. Ia mencatat bahwa teror yang menyasar pembela HAM, pejuang lingkungan, pegiat anti-korupsi, hingga influencer kini semakin kejam.

“Jika teror ini tidak segera diungkap dan dihentikan, maka teror akan terus berlanjut dan menciptakan iklim yang semakin menakutkan,” tegas Isnur. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Buntut Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri
Terkait Kasus Suap HGB, KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid
Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra Digerebek Pesta Narkoba di Surabaya, Berujung Restorative Justice? 
Viral Pengadaan Sprei dan Sarung Bantal di BGN, Kini Masuk Ranah Hukum
Sempat Mangkir Alasan Sakit, Eks Bupati Lamtim Diperiksa Polda Lampung
Fasilitas Mewah Lapas Cibinong Dibongkar, Rieke Diah Desak Penyelamatan Barbuk untuk Forensik
Pensiunan BUMN Gugat UU Dana Pensiun ke MK, Tuding Ada Diskriminasi dengan PNS
Blak-blakan di DPR, Ombudsman Ungkap Dugaan Pungli hingga Botol Miras di Lapas Cibinong
Berita ini 29 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Buntut Temuan Fasilitas Mewah Lapas Cibinong, Dirjenpas Mashudi Resmi Mengundurkan Diri

Jumat, 2 Oktober 2026 - 09:59 WIB

Terkait Kasus Suap HGB, KPK Buka Peluang Periksa Menteri ATR/BPN Nusron Wahid

Jumat, 2 Oktober 2026 - 07:38 WIB

Tiga Anggota DPRD Jatim dari Gerindra Digerebek Pesta Narkoba di Surabaya, Berujung Restorative Justice? 

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Viral Pengadaan Sprei dan Sarung Bantal di BGN, Kini Masuk Ranah Hukum

Rabu, 30 September 2026 - 12:46 WIB

Sempat Mangkir Alasan Sakit, Eks Bupati Lamtim Diperiksa Polda Lampung

Berita Terbaru