Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Jakarta – Isu mengenai kedudukan kelompok Syiah di dalam agama Islam kembali menjadi sorotan publik setelah munculnya video penjelasan dari dua pendakwah, yakni Ustadz Khalid dan Ustadz Nuruddin.
Melalui video yang diunggah oleh kanal YouTube Tabir Ilmu, kedua tokoh tersebut memaparkan pandangan mereka terkait sejarah, akidah, hingga batasan dalam menilai dan melabeli kelompok Syiah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam tayangan berdurasi 22 menit tersebut, Ustadz Khalid menjelaskan bahwa terdapat perbedaan mendasar antara kelompok Sunni dan Syiah, terutama dalam hal ketaatan terhadap sunnah Nabi Muhammad SAW.
Ia menyoroti adanya keyakinan menyimpang dari sebagian kelompok Syiah, seperti anggapan bahwa Al-Qur’an saat ini tidak utuh, hingga pengkultusan berlebihan terhadap Ali bin Abi Thalib.
Lebih lanjut, Ustadz Khalid juga menyinggung dampak konflik geopolitik yang melibatkan kelompok ekstrem Syiah di berbagai negara Timur Tengah.
Menurutnya, di negara-negara seperti Irak, Suriah, dan Yaman, pergerakan kelompok tersebut kerap membawa konflik berdarah yang menyudutkan kelompok Sunni.
Sementara itu, Ustadz Nuruddin yang merupakan lulusan Universitas Al-Azhar memberikan perspektif yang berbeda. Ia lebih menitikberatkan pada kehati-hatian umat Islam dalam memberikan label “Syiah” atau mengkafirkan pihak lain yang berbeda pandangan.
Ia menceritakan pengalaman pribadinya yang kerap dituduh Syiah hanya karena berziarah ke makam keturunan Nabi atau sekadar mengutip literatur dari ulama Syiah.
Merujuk pada kitab klasik Al-Milal wan Nihal karya ulama Ahlussunnah, Imam Syahrastani, Ustadz Nuruddin mendefinisikan Syiah sebagai kelompok yang secara khusus mendukung Sayyidina Ali bin Abi Thalib dan meyakini hak kepemimpinannya (imamah).
Namun, ia menegaskan, sekadar mencintai Ahlul Bait atau Imam Ali tidak lantas membuat seseorang menjadi bagian dari kelompok Syiah.
Ustadz Nuruddin juga menambahkan, kelompok Syiah mayoritas (Imamiyah) di era modern ini sebenarnya berlepas diri dan turut mengkafirkan kelompok-kelompok ekstrem Syiah yang mengkultuskan Sayyidina Ali hingga taraf menuhankannya.
“Yang menarik dalam ajaran Ahlussunnah wal Jamaah, Syiah, Salafiyah, Wahabiyah, Khawarij, dan lain-lain itu tidak kita kafirkan. Karena ajaran gampang mengkafirkan itu bukan bagian dari ajaran Ahlussunnah wal Jamaah,” tegas Ustadz Nuruddin pada akhir penjelasannya.
Video bertajuk “APAKAH BENAR SYIAH BUKAN ISLAM!? ini telah ditonton lebih dari 650 ribu kali dan memicu beragam diskusi di kolom komentar.
Channel Tabir Ilmu selaku pengunggah video menyematkan catatan, jika konten tersebut dipublikasikan bertujuan untuk menambah wawasan dan keragaman berpikir antarumat Islam, bukan sebagai ajang untuk mengadu domba atau saling menghujat. (*)






