Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Tengah – Badan Gizi Nasional (BGN) menghentikan sementara operasional dua dapur penyedia Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lampung Tengah usai puluhan siswa sekolah dasar (SD) diduga mengalami keracunan pada Kamis (24/9/2026).
Dua fasilitas atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang ditangguhkan (suspend) tersebut berlokasi di Kecamatan Terusan Nunyai dan Selagai Lingga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kedua dapur ini merupakan pihak penyuplai makanan ke sekolah-sekolah yang melaporkan kasus dugaan keracunan.
Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Bandar Lampung, Achmad Hery Setiawan, mengonfirmasi langkah penangguhan tersebut.
”Iya benar, sudah di-suspend SPPG di Selagai Lingga dan SPPG di Terusan Nunyai, Lampung Tengah, pascapuluhan siswa SD di sana mengalami keracunan usai diduga menyantap MBG,” kata Hery, Jumat (25/9/2026).
Insiden ini tercatat terjadi di SDN 1 Taman Sari, Kecamatan Selagai Lingga, sekitar pukul 10.00 WIB.
Dari total 163 porsi MBG yang didistribusikan ke sekolah tersebut, sebanyak 26 siswa langsung mengeluhkan gejala pusing, mual, hingga muntah usai menyantap hidangan.
Menindaklanjuti insiden tersebut, Hery menegaskan bahwa penghentian sementara operasional dapur SPPG merupakan bagian dari prosedur penanganan sekaligus evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah terkait.
Ia secara terbuka menyebut kejadian ini sebagai autokritik bagi internal BGN untuk memperbaiki sistem.
Lebih lanjut, pihak KPPG meminta masyarakat untuk turut serta mengawasi pelaksanaan program MBG di lapangan dan tidak ragu memberikan laporan atau masukan terkait pengelolaan dapur.
”Kami mengimbau masyarakat untuk sama-sama menjaga dan memberikan masukan positif untuk dapur SPPG. Kami tidak antikritik dan membuka ruang masukan selebar-lebarnya dari masyarakat terhadap perbaikan tata kelola kami,” pungkasnya. (*)






