Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus, Moh. Saleh Asnawi, meresmikan proyek revitalisasi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Negeri Agung di Kecamatan Talang Padang.
Peresmian ini menjadi bagian dari upaya strategis Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanggamus dalam meningkatkan mutu pendidikan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sambutannya, Bupati Saleh Asnawi menyampaikan ucapan selamat kepada kepala sekolah, dewan guru, karyawan, dan para siswa atas selesainya pembangunan gedung baru tersebut.
“Semoga bangunan yang kita resmikan ini dapat memberikan kenyamanan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar sehari-hari,” ujar Bupati Tanggamus saat berkunjung ke SDN 1 Negeri Agung, Kamis (5/3).
Bupati juga memberikan apresiasi khusus kepada Ruby Chairani Syiffadia selaku Anggota Komisi X DPR-RI yang disebutnya telah membantu dan menginisiasi pengembangan proyek revitalisasi tersebut, serta kepada Dinas PUPR dan Dinas Dikbud selaku pelaksana proyek.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan, jika Pemkab Tanggamus memberikan atensi besar terhadap bidang pendidikan. Menurutnya, pendidikan yang berkualitas dan bermutu adalah jalan tercepat untuk merubah kehidupan masyarakat menjadi lebih baik.
Sementara, Anggota Komisi X DPR RI memastikan realisasi bantuan renovasi bagi tiga unit gedung sekolah di Kabupaten Tanggamus yang kondisinya dilaporkan hampir roboh.
Langkah ini merupakan wujud komitmen sinergi antara legislatif, kementerian terkait, dan Pemerintah Daerah (Pemda) Tanggamus dalam memperbaiki infrastruktur pendidikan.
Tenaga Ahli Ruby Chairani Syiffadia (Anggota Komisi X DPR RI), Khanisa Sugiarto, menjelaskan, bantuan ini berawal dari laporan mendesak mengenai kondisi fisik bangunan yang memprihatinkan.
“Bantuan gedung tiga unit yang tadinya hampir roboh (berdasarkan) info dari Bapak Bupati sampai ke Ibu Ruby,” ujar Khanisa saat memberikan keterangan kepada media.
Adapun tiga unit bangunan yang mendapat prioritas perbaikan tersebut terdiri dari dua gedung ruang kelas dan satu gedung perpustakaan.
Selain perbaikan fisik bangunan, Khanisa menambahkan bahwa pihak Komisi X akan terus mengawal kelengkapan fasilitas penunjang di sekolah tersebut. Fokus selanjutnya adalah memastikan ketersediaan koleksi buku dan sarana prasarana (sarpras) yang memadai bagi siswa.
“Nanti disampaikan agar buku dan sarprasnya dilengkapi,” katanya.
Upaya ini diharapkan dapat menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman bagi siswa di Tanggamus, sekaligus menekan angka kerusakan fasilitas pendidikan di daerah tersebut.
Tantangan Rata-rata Lama Sekolah (RLS)
Meski memuji peningkatan infrastruktur, Bupati juga memaparkan data terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Tanggamus.
Ia mencatat adanya tren positif pada IPM Tanggamus yang saat ini berada di angka 71,36, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 68,52.
Namun, ia menyoroti Pekerjaan Rumah (PR) pemerintah daerah pada sektor Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS).
“Angka Rata-rata Lama Sekolah (RLS) kita masih di angka 7,63 tahun, artinya anak-anak Tanggamus rata-rata hanya bersekolah sampai kelas II SMP,” tegasnya.
Ia menekankan, perlunya upaya bersama agar angka tersebut dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya. Peningkatan mutu pendidikan dan infrastruktur diyakini akan berdampak langsung pada kenaikan IPM.
Bupati menjabarkan tiga manfaat penting dari IPM bagi pemerintah daerah, yaitu, sebagai indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia.
“Menentukan peringkat atau level pembangunan suatu wilayah dan sebagai data strategis pemerintah yang menjadi ukuran kinerja dan salah satu indikator penentuan besaran Dana Alokasi Umum (DAU),” ungkapnya.
Acara ditutup dengan pernyataan resmi dari Bupati yang menyatakan kesiapan beroperasinya SDN 1 Negeri Agung pasca-revitalisasi. (*)






