Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – Dominasi ponsel pintar konvensional atau model layar datar diprediksi mulai meredup pada tahun 2026. Laporan terbaru dari International Data Corporation (IDC) mengungkapkan adanya pergeseran tren konsumen yang kini mulai meninggalkan ponsel model standar dan beralih ke perangkat lipat (foldable) yang menawarkan inovasi lebih tinggi.
Data IDC memproyeksikan pengiriman ponsel non-foldable akan mengalami penurunan sebesar 1,4% pada tahun 2026. Penurunan ini dipicu oleh kejenuhan pasar terhadap desain ponsel yang stagnan serta harga perangkat standar yang dinilai terlalu tinggi namun minim pembaruan signifikan. Sebaliknya, segmen ponsel lipat diprediksi tumbuh pesat hingga 29,7% pada periode yang sama.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Direktur Riset Senior IDC, Nabila Popal, menyatakan bahwa tahun 2026 akan menjadi momentum besar bagi kategori ponsel lipat. “Pertumbuhan tahunan diproyeksikan hampir 30%, jauh melampaui patokan 6% pada proyeksi sebelumnya,” ujar Nabila, Minggu (15/2/2026).
Peningkatan minat ini didorong oleh kehadiran sejumlah perangkat baru yang dinanti pasar. Samsung dijadwalkan merilis Galaxy Z TriFold, sebuah ponsel lipat tiga yang akan membuka pasar mainstream global di awal tahun.
Selain itu, ponsel lipat Huawei dengan sistem operasi HarmonyOS Next juga diprediksi akan mengalami lonjakan pengiriman hingga dua kali lipat.
Namun, faktor utama yang dinilai akan menjadi game-changer adalah masuknya Apple ke segmen ini. VP Perangkat Klien IDC, Francisco Jeronimo, menyebutkan bahwa peluncuran ponsel lipat pertama Apple pada akhir 2026 akan menjadi katalis utama adopsi produk ini secara massal.
”Meskipun ponsel lipat akan tetap menjadi segmen khusus secara volume, kategori ini akan menjadi pendorong nilai yang signifikan bagi vendor, mengingat harga jual rata-ratanya yang tiga kali lebih tinggi dibanding ponsel standar,” jelas Francisco.
Secara jangka panjang, IDC memperkirakan kategori ponsel lipat akan tumbuh dengan Compound Annual Growth Rate (CAGR) sebesar 17% hingga tahun 2029. Angka ini kontras dengan segmen ponsel konvensional yang diprediksi tumbuh kurang dari 1%.
Dalam hal penguasaan sistem operasi pada pasar ponsel lipat tahun 2026, Android diprediksi masih mendominasi dengan pangsa pasar 61%, diikuti oleh Apple sebesar 22%, dan HarmonyOS Next sebesar 17%. (*)






