Caption : ist (Dok. Nativeindonesia)
Hariannarasi.com, Tanggamus – Suasana duka masih menyelimuti destinasi wisata Air Terjun Way Lalaan pasca insiden tenggelamnya dua bocah yang berujung maut.
Kejadian ini tidak hanya meninggalkan kesedihan mendalam bagi keluarga korban, tetapi juga memicu pertanyaan tajam mengenai standar keamanan di lokasi wisata yang dikelola oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) setempat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam sebuah konfirmasi eksklusif, Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Dinparekraf) Pemkab Tanggamus yang baru dilantik, Mei Zamzani menyatakan, bahwa pihaknya telah turun langsung ke lokasi sejak awal kejadian.
Ia menegaskan, bahwa pada saat insiden terjadi, jajaran Dinas Pariwisata, termasuk Kepala Dinas, berada di area tersebut untuk memantau situasi secara langsung.
Menanggapi tudingan publik mengenai minimnya personel pengamanan dan rambu-rambu peringatan di lokasi kejadian, pihak Dinas Pariwisata memberikan klarifikasi. Menurutnya, Way Lalaan sebenarnya telah dilengkapi dengan petugas penjaga pantai (lifeguard) atau penyelam yang bersiaga.
“Kami sudah memiliki pihak pengamanan di bawah, bahkan mereka langsung melakukan upaya penyelamatan pertama saat kejadian,” katanya, Jumat (2/1).
Selain itu, ia menambahkan bahwa rambu-rambu pembatas dan peringatan di area bebatuan serta garis batas aman telah terpasang di titik-titik strategis. “Ada dan sudah kita pasang,” kata Mei.
Namun, sebuah fakta mengejutkan terungkap. Lokasi tenggelamnya korban ternyata berada di luar titik yang selama ini menjadi fokus pemantauan rutin petugas. Hal ini mengisyaratkan adanya celah dalam pemetaan area rawan yang perlu segera dibenahi.
Empati dan Komitmen Evaluasi
Sebagai bentuk tanggung jawab moral dan empati, jajaran Dinas Pariwisata bersama Bupati Tanggamus telah melakukan kunjungan takziah ke rumah duka sejak malam kejadian hingga pagi harinya.
Dalam kunjungan tersebut, pihak Pemkab juga menyerahkan santunan sebagai bentuk kepedulian terhadap keluarga yang ditinggalkan.
”Ini adalah musibah yang membuat kami semua terpukul. Kami tidak tinggal diam,” tegasnya.
Insiden ini menjadi ujian pertama baginya yang baru saja mengemban amanah di Bidang Destinasi per 2 Januari ini.
Ia berjanji akan menjadikan peristiwa memilukan ini sebagai momentum evaluasi total terhadap seluruh aspek pengelolaan destinasi wisata di bawah naungan Pemkab.
“Kita memastikan keselamatan pengunjung menjadi prioritas utama kedepan,” pungkasnya. (*)






