Caption : ist
Hariannarasi.com, Lampung Selatan – Ada aktivitas berbeda di Bandara Radin Inten II, Rabu (17/12), juga menjadi saksi bisu sebuah transisi kepemimpinan yang getir namun penting bagi Kabupaten Lampung Tengah.
Di sana, Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menyerahkan tongkat estafet pemerintahan kepada I Komang Koheri sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Langkah ini bukan sekadar seremoni administratif di ruang tunggu bandara, melainkan langkah darurat untuk memastikan pemerintahan Lampung Tengah tidak berhenti berdenyut pasca guncangan hukum yang menjerat bupati petahana, Ardito Wijaya.
Penunjukan Komang Koheri, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Bupati, didasarkan pada Surat Penugasan nomor 100.1.4.2/6635/01/2026. Secara yuridis, ini adalah prosedur baku. Namun secara politis, ini adalah upaya penyelamatan citra daerah.
Sebagaimana diketahui, Ardito Wijaya kini tengah berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan korupsi yang menyentuh angka Rp5,75 miliar. Disinilah letak urgensi peran Komang, ia harus berdiri di antara reruntuhan moral birokrasi untuk memastikan pelayanan publik tetap berjalan tanpa hambatan.
Gubernur Mirzani memberikan pesan tegas. Baginya, transisi kepemimpinan tidak boleh menjadi alasan bagi mandeknya pelayanan publik. Negara, dalam hal ini Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah, harus tetap hadir di tengah masyarakat meski nakhodanya berganti di tengah badai.
Menanggapi amanah berat ini, I Komang Koheri menunjukkan gestur yang tenang. Ia nampaknya sadar betul bahwa ia tidak sedang memimpin dalam kondisi normal.
Dengan sisa masa jabatan yang masih cukup panjang (lebih dari empat tahun), Komang memiliki tantangan untuk melakukan pembersihan sekaligus akselerasi.
“Saya mengambil penugasan ini dalam masa transisi. Fokus kita adalah memastikan masyarakat tetap terlayani dan daerah ini bisa melangkah ke arah yang lebih baik,” ungkap Komang dengan nada bicara yang terukur.
Beberapa poin krusial yang menjadi agenda prioritasnya antara lain:
1. Stabilitas Birokrasi: Mencegah terjadinya demotivasi di kalangan ASN pasca-kasus hukum pimpinan mereka.
2. Soliditas Internal: Merajut kembali kerja sama antarperangkat daerah yang mungkin sempat goyah.
3. Keberlanjutan Program: Memastikan proyek strategis tetap berjalan on the track sesuai perencanaan awal.
Bagi Lampung Tengah, penunjukan Plt ini adalah ujian soliditas. Komang Koheri kini memikul misi ganda yang tidak mudah, yakni memulihkan kepercayaan publik yang tergerus sekaligus membuktikan bahwa sistem pemerintahan daerah tetap kokoh meski dihantam badai hukum.
Perjalanan Komang ke depan akan dipantau ketat, bukan hanya oleh Pemerintah Provinsi, melainkan oleh rakyat Lampung Tengah yang merindukan kepemimpinan yang bersih dan stabil. “Saya mohon doa restu agar amanah ini dijalankan dengan sebaik-baiknya,” pungkasnya. (*)






