Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Lampung mengeluarkan peringatan keras kepada seluruh masyarakat Lampung terkait dimulainya periode hidrometeorologi basah yang membawa potensi peningkatan bencana alam.
Periode ini, yang ditandai dengan intensitas hujan tinggi, diperkirakan berlangsung hingga awal tahun depan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam keterangan pers yang disampaikan oleh perwakilan BPBD, Wahyu, ia meminta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca ekstrem yang cepat.
“BPBD Provinsi Lampung menghimbau kepada seluruh masyarakat Lampung untuk mewaspadai perubahan cuaca menuju hidrometeorologi basah,” ujar Wahyu, kamis (11/12).
Mulai Sejak Oktober, Puncak Kewaspadaan Hingga Februari, periode basah ini, menurut BPBD, telah dimulai sejak dasarian dua Oktober, tepatnya pada 11 Oktober 2025, dan diperkirakan akan terus berlanjut hingga Februari 2026.
Peringatan khusus ditujukan kepada warga yang bermukim di daerah rawan bencana, yaitu, di pinggir Pantai dimana waspada terhadap potensi banjir rob. “Dipinggir Sungai/Aliran Sungai agar masyarakat waspada terhadap potensi banjir bandang,” ujarnya.
Sebagai langkah mitigasi, BPBD meminta masyarakat untuk secara proaktif memantau perkembangan cuaca. “Saya minta untuk terus meng-update perubahan cuaca melalui laman info BMKG atau laman BPBD, baik di Instagram maupun media sosial,” tegasnya.
Pernyataan ini menegaskan perlunya kesiapsiagaan dari seluruh elemen masyarakat Lampung guna meminimalisir dampak kerugian akibat bencana hidrometeorologi.
Kordinasi lintas sektor dan partisipasi aktif masyarakat menjadi kunci utama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem ini. (*)






