Caption : ist
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung secara serius mendorong penguatan kerja sama strategis di sektor pendidikan dengan Universitas Terbuka (UT) guna meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari komitmen bersama dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi masyarakat Lampung.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Wakil Gubernur Lampung, Jihan Nurlela, menyatakan hal tersebut saat menerima jajaran Direksi Universitas Terbuka Lampung di Rumah Dinas Wagub, Bandarlampung, pada Senin (24/11).
Pertemuan ini didedikasikan untuk membahas peluang konkretisasi kolaborasi yang akan dituangkan dalam Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang lebih detail.
Wagub Jihan menekankan bahwa model pendidikan fleksibel yang ditawarkan oleh UT merupakan instrumen penting untuk menyiapkan angkatan kerja muda Lampung. Ia menggarisbawahi perlunya peningkatan implementasi Nota Kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani Pemprov dan UT pada tahun 2020.
”Kami memandang fleksibilitas UT sebagai peluang besar untuk mempersiapkan generasi muda Lampung memasuki dunia kerja dengan kompetensi yang memadai,” ujar Wagub Jihan.
Dalam diskusi tersebut, Wagub menyoroti dua program unggulan Pemprov Lampung yang berpotensi besar untuk disinergikan dengan UT, yaitu peningkatan kapasitas bagi pekerja migran dan program vokasi berbasis desa.
Sebagai provinsi kelima terbesar pengirim pekerja migran, Lampung membutuhkan dukungan pendidikan yang adaptif dan fleksibel. Ia menunjuk data bahwa tingkat penyerapan lulusan SMA/SMK ke perguruan tinggi negeri masih rendah, berada di kisaran 30 persen.
”Akses pendidikan bagi masyarakat perlu diperluas, dan UT menawarkan solusi yang ideal bagi mereka yang memiliki keterbatasan waktu maupun geografis. Kami sangat terbuka untuk memperluas lingkup kerja sama ini,” tegasnya.
Selain itu, program unggulan Desaku Maju, khususnya di sektor pertanian, yang selama ini hanya menghasilkan sertifikasi teknis, dinilai dapat diperkuat melalui jalur pendidikan formal atau peningkatan kompetensi formal yang diakui oleh UT.
Sementara itu, Direktur Universitas Terbuka Lampung, Sri Ismulyaty, memaparkan kapabilitas UT dalam mendukung inisiatif Pemprov. Ia mencatat bahwa saat ini UT Lampung melayani lebih dari 30.000 mahasiswa aktif dengan spektrum program studi yang luas, mulai dari vokasi hingga pascasarjana.
Sri Ismulyaty menegaskan keunggulan UT sebagai perguruan tinggi negeri yang menawarkan biaya pendidikan yang sangat terjangkau.
”Biaya kuliah di UT dimulai dari Rp1.300.000 per semester, yang sudah mencakup modul belajar. Selain itu, kami tidak menerapkan seleksi masuk, sehingga menjamin akses yang mudah bagi siapa pun yang ingin melanjutkan pendidikan tinggi,” jelasnya.
UT Lampung juga proaktif menjalin kemitraan dengan kementerian dan lembaga, termasuk menyediakan program pembebasan sebagian biaya kuliah bagi tenaga pemerintahan yang mengambil studi Ilmu Pemerintahan.
Keterbukaan dan keterjangkauan ini menjadi modal utama UT untuk mendukung akselerasi pembangunan SDM di Provinsi Lampung. (*)






