Peringatan SBY dari Mimbar ITS: Dunia di Ambang Perang Dunia Ketiga?

- Editor

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Surabaya – Ditengah riuh perayaan akademis Dies Natalies ke-65 ITS Surabaya, sebuah suara bernada berat dan penuh kewaspadaan mengemuka. 

Bukan sekadar orasi ilmiah biasa, Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), menyampaikan kegelisahan strategisnya, jika dunia sedang tidak baik-baik saja.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Bagi SBY, kondisi geopolitik global saat ini berada pada titik yang mengkhawatirkan. Ia melihat adanya potensi eskalasi tak terkendali antar negara-negara adidaya (super power) yang dapat memicu konflik dalam skala yang tak terbayangkan.

​”Kalau tidak dihentikan, pertama sangat mungkin terjadi peperangan yang lebih besar,” ujar SBY dengan nada tegas di hadapan civitas academica ITS, Selasa (11/11).

Puncaknya, SBY melontarkan sebuah prediksi yang membuat hadirin terdiam: “World War III sangat mungkin terjadi, sangat mungkin,” ungkapnya.

Analisis Seorang Jenderal

​Peringatan ini bukan sekadar retorika seorang pensiunan presiden. SBY segera meletakkan kredensialnya di atas meja, mengingatkan audiens akan latar belakangnya yang mumpuni di bidang pertahanan dan hubungan internasional.

​”Saya jenderal, saya ngerti geopolitik, saya ngerti hubungan internasional, saya mengerti peace and security,” tandasnya.

Pernyataan ini adalah sebuah penegasan bahwa analisisnya didasarkan pada kalkulasi dan pengalaman panjang, bukan asumsi sesaat.

Latar belakangnya sebagai jenderal dan rekam jejaknya selama satu dekade memimpin Indonesia memberinya perspektif unik tentang betapa rapuhnya perdamaian global saat ini.

Apa yang tidak ia sebutkan secara eksplisit, namun tersirat, adalah peringatan bahwa segala sesuatu dapat terjadi kapan saja. “Anytime, bad things, can happen,” ungkapnya.

Orasi ilmiah di Surabaya ini, pada akhirnya, menjadi sebuah mimbar bagi SBY untuk menyuarakan apa yang mungkin menjadi kecemasan terpendam banyak pemimpin dunia.

Ini adalah wanti-wanti dari seorang negarawan senior bahwa api kecil dari ketegangan geopolitik saat ini, jika dibiarkan, sangat mungkin menjelma menjadi kebakaran global. Sebuah pesan yang jelas dari Cikeas, jangan anggap remeh situasi saat ini. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral dan Tembus Puluhan Ribu ‘Likes’, Ini Isi Pesan Kebangsaan Mama Ghufron di HUT RI
Ini Empat Pemenang Busana Adat Terbaik HUT RI di Istana Merdeka, Raih Motor Listrik
Bikin Geram Warganet! Istana Diduga Pakai Lagu AI untuk Upacara HUT ke-81 RI
Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!
Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Pelabuhan, Bandara, hingga Kampus Rusak Berat
Prabowo Cecar Aparat soal 1.000 Tambang Ilegal: Masak Pejabat TNI-Polri Tidak Tahu?! 
Ketum AJI Tegaskan Jurnalis Bekerja untuk Publik: Jawab Tudingan ‘Londo Ireng’ hingga ‘Kawanan Sirkus’
MV Cape San Juan Bersandar di Pelabuhan Panjang, Bawa Alutsista Super Garuda Shield 2026
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Viral dan Tembus Puluhan Ribu ‘Likes’, Ini Isi Pesan Kebangsaan Mama Ghufron di HUT RI

Senin, 17 Agustus 2026 - 12:52 WIB

Ini Empat Pemenang Busana Adat Terbaik HUT RI di Istana Merdeka, Raih Motor Listrik

Senin, 17 Agustus 2026 - 08:25 WIB

Bikin Geram Warganet! Istana Diduga Pakai Lagu AI untuk Upacara HUT ke-81 RI

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:17 WIB

Gempa Dahsyat M 7,7 Luluhlantakkan NTT, 14 Nyawa Melayang!

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 07:00 WIB

Gempa Magnitudo 7,7 Guncang NTT: Pelabuhan, Bandara, hingga Kampus Rusak Berat

Berita Terbaru