Caption : ist (Dok. Kodim 0424)
Hariannarasi.com, Tanggamus – Suarni (62) warga Muara Dua, Bandar agung Kecamatan, Pembantu Suoh, Kabupaten Lampung Barat tewas mengenaskan setelah diserang kawanan gajah liar, di Talang Badar, Blok 3, Kawasan Register 39 Kecamatan Bandar Negeri Semuong, Tanggamus, sekitar pukul 01.30 WIB, Senin (30/12).
Kronologis kejadian berdasarkan informasi yang didapat kawanan gajah berjumlah 18 ekor atau biasa disebut dengan kawanan 18 tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak Sabtu malam termonitor berada di perbatasan Bandar Negeri Suoh, Lampung Barat dan Bandar Negeri Semoung, Tanggamus.
Lalu, pada pukul 02.00-hingga pukul 06.00 pagi hari, Minggu. Kawanan gajah itu telah berada si Blok 3 Gunung Doh, Bandar Negeri Semoung.
Pergerakan kawanan gajah makin masif masuk di wilayah Tanggamus, sekira pukul 01.00 kawanan itu telah masuk di Talang Badar, Blok 3, Kawasan Register 39.
Warga yang resah dengan kawanan gajah tersebut kemudian berniat untuk mengusir hewan berbelai tersebut.
Dengan menggunakan suara suara petasan, namun kawanan gajah tersebut enggan untuk pergi dan tetap berada disekitar pemukiman dan perkebunan warga Blok 3 Talang Badar.
Puncaknya, sekitar pukul 05.00 Senin dini hari, diperkirakan seekor gajah mengamuk, serta menghancurkan apa ditemukan, tak terkecuali gubuk ditempati oleh korban Suarni bersama keluarga.
Mengetahui amukan gajah, keluarga korban Suarni terbangun langsung lari tunggang langgang menyelamatkan diri.
Namun tidak dengan Suarni, korban diketahui dalam kondisi sakit tersebut tidak bisa menyelamatkan diri dari amukan gajah
Naas, akibat amukan gajah tersebut lansia tersebut tewas mengenaskan dengan anggota tubuh terpisah pisah.
Camat Bandar Negeri Semoung, Naufal Syahri membenarkan kejadian naas tersebut, menurut camat saat ini tim gabungan yang terdiri dari TNI, Polri, BPBD, Puskesmas, TNBBS, serta Kepala Pekon telah ada di lokasi kejadian.
Camat membenarkan, bahwa korban tersebut merupakan warga Lampung Barat, dan sejak beberapa hari kawanan gajah tersebut memang berada di sekitar perbatasan Lampung Barat dengan Tanggamus tepatnya Pekon Gunung Doh di kawasan Blok 3 Talang Badar.
“Amukan gajah hingga terjadi korban jiwa telah terjadi dua kali, kejadian serupa di tahun 2018 korbannya warga Pekon Gunung Doh, dan kedua di tahun 2024 ini,” kata Camat.
Atas kejadian tersebut menurut Camat, secepatnya pihaknya akan membuat surat himbauan yang ditujukan kepada kakon khususnya bagi warga yang berada di sekitar yang sering dilintasi kawanan gajah.
“Ketika mendapat informasi, tim dari Polsek, perwakilan kecamatan, langsung bergerak dan menuju ke lokasi, akses ketempat lokasi juga hanya bisa menggunakan roda empat double cabin,” katanya.
Saat ini, korban Suarni telah dievakuasi oleh tim gabungan, amukan gajah terjadi diduga lantaran wilayah teritorialnya yang semakin sempit akibat perluasan lahan pertanian.
Gajah sendiri termasuk hewan dengan daya ingat kuat, dan dapat mengingat selama lebih dari 50 tahun. Sehingga tidak bisa diabaikan, gajah akan kembali melintasi jalan dan rute yang pernah dilaluinya dan hal itu akan dilakukan berulang selama periode periode tertentu. (*)






