Caption : Stadion JIS dipermasalahkan, di duga kuat tak Berstandar FIFA
Hariannarasi.com, Jakarta – Polemik Jakarta International Stadium (JIS) yang tengah panas di kalangan masyarakat dan elite terkait layak atau tidaknya untuk diajukan menjadi venue Piala Dunia U-17 pada akhir tahun ini 2023.
Banyak kalangan elite menilai bahwa JIS tidak layak untuk dijadikan venue Piala Dunia, ini dikarenakan beberapa persoalan seperti lahan parkir yang tidak luas, rumput tidak berstandar FIFA, dan jalur atau akses keluar yang hanya satu arah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Menteri BUMN Erik Tohir menjelaskan, bahwa JIS perlu direnovasi ulang, dan pihaknya telah menganggarkan dana renovasi senilai Rp 1,9 Triliun untuk 22 stadion di seluruh Indonesia. Ia juga membantah berita hoax yang beredar bahwa renovasi JIS memakan anggaran senilai Rp 5 triliun.
“1,9 T itu untuk renovasi 22 stadion, jadi hoax itu ada yg bilang 5 T buat renovasi JIS. Rumputnya aja cuma Rp 6 miliar. Ini biasa kan, karena hoax sekarang di media sosial jadi cepat beredar,” jelas Erick Tohir yang juga sebagai Ketua Umum PSSI ini, Sabtu (8/7).
Ia menambahkan, bahwa renovasi juga akan dilakukan pada jalur atau akses masuk dan keluar stadion. Lantaran tak ingin ada lagi tragedi yang terulang seperti Kanjuruhan. Saat ini total lahan parkir yang ada di JIS hanya mampu menampung 1.300 kendaraan.
“Kita renovasi dari 1.300 parkir kita jadikan 82.000 kapasitas parkir, dan jalur akses masuk dan keluar kita akan bangun menjadi 4 jalur, saat ini kan hanya ada satu jalur saja. Bagaimana jika terjadi keributan seperti Tragedi Kanjuruhan,” ungkapnya.
Diketahui, renovasi akan dilakukan pada 4 akses masuk dan keluar JIS. 4 akses tersebut yakni melalui Taman Ancol, pembangunan JPO, pembangunan KRL dan pembangunan akses jalan keluar ke arah jalan Tol. (red)






