Jumlah Penganut Agama Islam di Indonesia Menurun? Berikut Faktanya

- Editor

Selasa, 10 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com Bandar Lampung – Indonesia merupakan negara dengan puluhan ribu kepulauan, terbentang luas dari Sabang hingga Merauke, tak terkecuali penganut agamanya. Mayoritas penganut agama penduduk Indonesia ini adalah Islam, bahkan terbesar nomor satu di dunia.

Namun, beberapa survei dilakukan dan hasilnya cukup mencengangkan. Fakta bahwa jumlah penganut Islam di Indonesia menurun didasarkan pada beberapa penelitian dan survei demografi, yang menunjukkan adanya perubahan komposisi agama di negara ini.

Sebagai agama mayoritas di Indonesia, Islam memainkan peran penting dalam membentuk budaya, politik, dan masyarakat negara ini. Komunitas Muslim di Indonesia sangat terpengaruh oleh perkembangan seperti meningkatnya konsumsi dan pertumbuhan ekonomi.

Menurut data dari MUI dan BPS, pada sensus penduduk 1990 jumlah umat Islam cuma mencapai 87,6 persen. Angka ini kemudian meningkat menjadi 88,2 persen pada sensus penduduk 2000. Yang memprihatinkan, angka pertumbuhan tahunan umat Islam hanya 1,2 persen. Sementara Kristen dua kali lipatnya, yakni 2,4 persen per tahun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kini (2024), jumlah penganut agama Islam di Indonesia sebanyak 236 juta jiwa atau 84 persen dari total populasi. Sedangkan Muslim Pakistan mencapai 240 juta jiwa atau 98 persen dari total populasi

Berikut 7 Indikator penting terkait penurunan ini meliputi :

1. Diversifikasi Agama.

Seiring waktu, terdapat peningkatan jumlah penganut agama lain, seperti Kristen, Hindu, Buddha, dan agama lokal. Hal ini menyebabkan persentase Muslim dalam total populasi terlihat menurun, meskipun secara absolut jumlah umat Islam mungkin tetap bertambah.

2. Peningkatan Konversi Agama.

Meski tidak signifikan secara keseluruhan, ada tren konversi dari Islam ke agama lain di beberapa wilayah, terutama di daerah-daerah terpencil atau di daerah mayoritas non-Muslim.

3. Pertumbuhan Populasi yang Tidak Merata.

Daerah-daerah yang mayoritas Muslim memiliki tingkat pertumbuhan populasi yang lebih lambat dibandingkan beberapa daerah dengan mayoritas non-Muslim, sehingga proporsi penganut Islam di tingkat nasional terlihat menurun.

4. Sekularisasi.

Beberapa kalangan, terutama di perkotaan dan di generasi muda, mungkin mengidentifikasi diri sebagai “tidak beragama” atau kurang terikat pada agama formal. Sekularisasi di kalangan anak muda ini bisa memengaruhi statistik agama.

Tren Sekularisasi ini dalam beberapa penelitian menunjukkan generasi muda di beberapa wilayah lebih terbuka terhadap sekularisme atau tidak berafiliasi secara resmi dengan agama apapun. Tren ini dapat mempengaruhi komposisi agama di masa depan.

5. Globalisasi dan Modernisasi.

Globalisasi membawa nilai-nilai baru yang bisa memengaruhi pandangan orang terhadap agama, terutama di kota-kota besar. Peningkatan akses informasi dan keterbukaan terhadap ide-ide global juga membuat beberapa orang mempertanyakan keyakinan agama mereka.

6. Perubahan Sosial dan Budaya.

Perubahan sosbud masyarakat ini menyebabkan perubahan nilai dan identitas, termasuk dalam hal keyakinan beragama. Hal ini bisa memengaruhi persepsi orang tentang agama dan praktik keagamaannya.

7. Perubahan dalam Pencatatan Agama.

Dimasa lalu, banyak orang secara otomatis dicatat sebagai Muslim karena dianggap sebagai bagian dari identitas budaya atau keluarga, meskipun mungkin mereka tidak sepenuhnya menjalankan agama tersebut. Saat ini, orang-orang lebih terbuka untuk menyatakan identitas agama mereka yang sebenarnya.

Kesimpulannya, Islam merupakan aspek penting dalam masyarakat dan budaya Indonesia, dengan sejarah yang kaya dan karakteristik yang unik. Memahami Islam di Indonesia sangat penting bagi siapa pun yang tertarik mempelajari lanskap keagamaan yang kompleks dan beragam di negara ini.

Jadi tak masalah, meskipun penganut agama Islam menurun, bukan masalah kuantitas yang jadi soal, namun masalah kualitas yang harus terus dibenahi oleh umat Islam di negara yang terkenal Bhineka ini. (*)

Sumber : (BPS, MUI, Kemenag RI, AI, Republika, Reuters)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polisi Kini Dilarang Keras Live Streaming Saat Tugas, Ini Alasannya!
9 Jemaah Haji Wafat dan 8.575 Rawat Jalan, Didominasi Gangguan Jantung dan Pernapasan
Kabar Duka dari Tanah Suci: 7 Jemaah Haji Indonesia Meninggal, 39 Dirawat Intensif di RS Saudi
Tanpa Buruh, Ekonomi Lumpuh! Ini Pesan Ketua DPRD Lampung Jelang Hari Buruh Besok!
Media Terancam Rugi Besar? Ini Langkah Cerdas Dewan Pers Lindungi Jurnalis di Era Digital
Kurangi Porsi MBG, BGN Suspend 1.700 SPPG!
Stok Beras Nasional Cetak Rekor 5 Juta Ton, BULOG Lampung Amankan 165 Ribu Ton
Bongkar Ragam Modus Haji Ilegal Jelang Musim Haji 2026, Polri Bentuk Satgas!
Berita ini 693 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 4 Mei 2026 - 11:40 WIB

9 Jemaah Haji Wafat dan 8.575 Rawat Jalan, Didominasi Gangguan Jantung dan Pernapasan

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:33 WIB

Kabar Duka dari Tanah Suci: 7 Jemaah Haji Indonesia Meninggal, 39 Dirawat Intensif di RS Saudi

Kamis, 30 April 2026 - 12:28 WIB

Tanpa Buruh, Ekonomi Lumpuh! Ini Pesan Ketua DPRD Lampung Jelang Hari Buruh Besok!

Selasa, 28 April 2026 - 06:47 WIB

Media Terancam Rugi Besar? Ini Langkah Cerdas Dewan Pers Lindungi Jurnalis di Era Digital

Sabtu, 25 April 2026 - 09:42 WIB

Kurangi Porsi MBG, BGN Suspend 1.700 SPPG!

Berita Terbaru

Bandar Lampung

BPS Klaim Pengangguran di Lampung Turun, Berikut Faktanya!

Selasa, 5 Mei 2026 - 09:06 WIB