Caption : Terlihat Pengurus Bank Sampah Lestari (BSL) Rejosari, Kotabumi melakukan kegiatan pengemasan dan pengumpulan sampah.
Hariannarasi.com, Lampung Utara – Bank Sampah adalah istilah yang tren saat ini dalam pemilahan dan pengumpulan sampah untuk didaur ulang kembali dan memiliki nilai tambah atau jual.
Saat ini banyak desa atau kelurahan yang telah memiliki Bank Sampah, tak terkecuali Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.
Diakui M. Rahadiyan Arisdatama, SH selaku Lurah Rejosari, bahwa Bank Sampah yang dikelola oleh warganya beroperasi sejak 1 April 2024, bahkan telah memiliki pengurus sendiri, dan kelompok ini menamakan diri mereka sebagai Bank Sampah Lestari (BSL) Rejosari.
“Bank Sampah Lestari ini memiliki pengurus berjumlah 7 orang, kegiatan bank sampah lestari atau bisa disebut BSL Rejosari,” jelas Lurah M. Rahadiyan yang aktif dalam kegiatan warganya tersebut, Jum’at (24/5).
Ia menambahkan, sama seperti di Bank penyimpanan uang pada umumnya, para nasabah dalam hal ini masyarakat dapat menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke BSL, namun bukan uang yang disetorkan tapi sampah yang mereka setorkan.
“Sampah tersebut ditimbang dan dicatat di buku rekening oleh petugas bank sampah. Jadi dalam bank sampah, ada yang disebut dengan tabungan sampah dan bisa diuangkan atau dicairkan,” ungkapnya.
Pihaknya melakukan hal ini memiliki tujuan untuk menyulap sampah menjadi uang yang mana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, dan secara otomatis sampah yang di kirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi berkurang.
“Untuk sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali (reuse), contohnya untuk pot bunga atau tanaman lain. Syarat sampah yang dapat ditabung adalah yang rapi dan bersih. Maksudnya adalah ketika ingin membuka kemasannya sudah di bersihkan atau di cuci,” ujar M. Rahadiyan.
Untuk sampah organik dimanfaatkan untuk pupuk kompos, yang mana membantu mengatasi persoalan klasik petani akibat pupuk yang langka.
Diketahui, saat ini nasabah BSL Rejosari telah mencapai 33 orang, dan akan terus disosialisasikan dan dikembangkan. Harapannya kedepan, semua pihak dapat mendukung program tersebut. (red)
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT







