Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Tanggamus – Bupati Tanggamus, Hi. Moh. Saleh Asnawi, meresmikan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan relokasi Puskesmas Gisting di Pekon Purwodadi, Kecamatan Gisting, pada Senin (5/10/2026).
Dalam pelaksanaan proyek tersebut, Bupati secara khusus menginstruksikan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Tanggamus untuk segera memperlebar akses jalan menuju lokasi guna menjamin kelancaran mobilitas ambulans dan pasien rujukan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Pemindahan fasilitas kesehatan ini dilakukan karena bangunan Puskesmas Gisting lama mengalami keterbatasan lahan sehingga tidak lagi memadai untuk layanan rawat inap.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanggamus, dr. Herry Novrizal, menyatakan, relokasi ini sekaligus merespons rekomendasi hasil survei akreditasi tahun 2022 guna memenuhi standar bangunan dan tata ruang pelayanan kesehatan yang berlaku.
”Gedung baru ini dirancang untuk mendukung pelayanan rawat inap, Instalasi Gawat Darurat (IGD), ruang bersalin PONED, farmasi, laboratorium, hingga administrasi yang lebih terintegrasi,” jelas Herry.
Proyek relokasi ini menelan anggaran sebesar Rp1.940.475.500 yang bersumber dari APBD Kabupaten Tanggamus Tahun Anggaran 2026.
Pengerjaan fisik dieksekusi oleh kontraktor CV Angkatan Sepuluh dengan masa pelaksanaan 110 hari kalender.
Project Manager CV Angkatan Sepuluh, Ir. Denni Kwen, memaparkan bahwa tahap pertama difokuskan pada penyelesaian bangunan satu lantai, meski struktur pondasinya telah dipersiapkan secara teknis untuk dua lantai guna pengembangan ke depan.
Tim perencana juga telah memperhitungkan kontur tanah miring di lokasi serta menggunakan mini batching plant untuk memastikan kualitas pengecoran beton sesuai spesifikasi.
”Berdasarkan jadwal kontrak, pekerjaan ditargetkan selesai pada Desember 2026. Namun, di lapangan kami lakukan percepatan dan menargetkan rampung sekitar bulan November,” ujar Denni.
Saat ini, pengerjaan di lapangan berjalan lebih cepat dari jadwal dengan realisasi progres surplus sebesar 5,63 persen di atas bobot harian yang ditargetkan.
Kelancaran proyek ini juga didukung penuh oleh masyarakat dan Pemerintah Pekon Purwodadi yang memfasilitasi kemudahan mobilisasi alat maupun material konstruksi. (*)






