Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kedung Ringin, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Dewi Ratnasari, terbaring koma selama lebih dari lima bulan di Hsin Yong Ho Hospital, Taiwan.
Pihak keluarga mendesak pemerintah untuk membantu proses pemulangan korban ke Tanah Air agar bisa menjalani perawatan medis dekat dengan keluarga.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Kecelakaan lalu lintas tersebut menimpa Dewi yang bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan selama satu setengah tahun.
Insiden terjadi saat Dewi sedang mendorong kursi roda majikannya menuju sebuah taman di sekitar lokasi tempat tinggal mereka, lalu diduga ditabrak kendaraan dari arah belakang.
”Kabar kecelakaan tersebut pertama kali kami terima pada 17 April 2026. Sampai sekarang Dewi masih belum sadarkan diri,” ujar ayah korban, Sudirno, Senin (28/9/2026).
Sudirno berharap putrinya bisa dievakuasi ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis secara maksimal di tanah kelahiran.
Dorongan pendampingan dan pemulangan ini turut disuarakan oleh relawan Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Lampung Timur.
Ketua Garda BMI Lampung Timur, M. Amir, meminta pemerintah RI meningkatkan koordinasi lintas sektoral dengan pihak agen serta otoritas Taiwan untuk memastikan kejelasan informasi medis dan penanganan hukum korban.
Aspirasi ini telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung Timur pada September 2026.
Menanggapi hal tersebut, Menteri Iftitah menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir memberikan perlindungan melalui perangkat perwakilan RI di Taiwan.
”Secepatnya nanti akan dilakukan pemantauan dan perlindungan,” kata Iftitah, seperti dikutip dari Tribun Lampung.
Iftitah menjelaskan bahwa pemulangan PMI dalam kondisi medis khusus tetap harus melewati prosedur keimigrasian dan administrasi yang berlaku di Taiwan.
Setelah kelengkapan dokumen diselesaikan dan jadwal penerbangan diperoleh, kementerian akan mengoordinasikan penanganan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta hingga pemulangan ke daerah asal di Lampung Timur. (*)






