Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer

- Editor

Kamis, 2 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Lampung Selatan –Gunung Anak Krakatau yang berlokasi di perairan Selat Sunda, Kabupaten Lampung Selatan, kembali mengalami erupsi pada hari Kamis (2/7/2026) tepat pukul 14.05 WIB.

​Berdasarkan laporan resmi Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui laman magma.esdm.go.id, letusan tersebut menghasilkan kolom abu vulkanik dengan ketinggian mencapai sekitar 200 meter di atas puncak gunung, atau setara dengan 357 meter di atas permukaan laut.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kolom abu yang dimuntahkan terpantau berwarna kelabu hingga hitam dengan intensitas tebal yang condong mengarah ke sisi barat laut.

Selain pengamatan visual, aktivitas vulkanik ini juga terekam dengan jelas di seismograf dengan amplitudo maksimum mencapai 23 milimeter dan durasi erupsi yang berlangsung selama kurang lebih 20 detik.

​Hingga saat ini, pihak berwenang mengonfirmasi belum ada laporan mengenai dampak langsung dari erupsi tersebut terhadap aktivitas masyarakat di wilayah sekitar. Namun, langkah antisipatif dan peringatan dini telah dikeluarkan.

​Pihak berwenang secara tegas mengimbau masyarakat untuk senantiasa waspada. Masyarakat umum, wisatawan, maupun pendaki dilarang keras untuk mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau atau melakukan aktivitas apapun dalam radius 2 kilometer dari kawah aktif.

Aturan zona aman ini ditetapkan untuk meminimalisasi risiko dan menghindari potensi bahaya akibat aktivitas vulkanik susulan yang masih sangat mungkin terjadi sewaktu-waktu.

Data Erupsi:

  • ​Waktu Kejadian: Kamis, 2 Juli 2026, pukul 14.05 WIB.
  • ​Tinggi Kolom Letusan: ± 200 meter dari puncak (357 meter mdpl).
  • ​Karakteristik Abu: Kelabu hingga hitam, intensitas tebal, arah angin ke barat laut.
  • ​Data Seismograf: Amplitudo maksimum 23 mm, durasi ± 20 detik.
  • ​Status/Rekomendasi: Waspada; zona bahaya radius 2 km dari kawah aktif.
Facebook Comments Box

Berita Terkait

Cekcok Saat Undangan Khitanan, Pria di Lampung Timur Tewas Ditembak di Kepala oleh Kerabatnya
Dengar Tuntutan FORMAT, Bupati Saleh: Layanan RSUD Dievaluasi, Peternakan Ayam Segera Dieksekusi!
Langgar Tata Adat, Kepaksian Pernong Desak Ike Edwin Berhenti Mengaku Perdana Menteri
Viral! Momen Langka Tapir ‘Numpang Lewat’ di Jalinsum Mesuji Bikin Pengendara Geger
Hadiri Pelantikan KAHMI Lampung, Ini Pesan Menohok Gubernur Mirza
Curi Motor Pelanggan dan Pura-pura Ikut Mencari, Adik Pemilik Bengkel di Pringsewu Ditangkap Polisi
Buron Sejak 2018, Pelaku Begal yang Bacok Helm Korban Ditangkap di Lampung Tengah
Gudang Digerebek! Oknum ASN Lampung Resmi Tersangka Gegara Timbun MinyaKita
Berita ini 4 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:33 WIB

Cekcok Saat Undangan Khitanan, Pria di Lampung Timur Tewas Ditembak di Kepala oleh Kerabatnya

Kamis, 2 Juli 2026 - 13:06 WIB

Dengar Tuntutan FORMAT, Bupati Saleh: Layanan RSUD Dievaluasi, Peternakan Ayam Segera Dieksekusi!

Kamis, 2 Juli 2026 - 11:47 WIB

Langgar Tata Adat, Kepaksian Pernong Desak Ike Edwin Berhenti Mengaku Perdana Menteri

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:51 WIB

Gunung Anak Krakatau Kembali Erupsi, Warga Dilarang Mendekat Radius 2 Kilometer

Kamis, 2 Juli 2026 - 09:46 WIB

Viral! Momen Langka Tapir ‘Numpang Lewat’ di Jalinsum Mesuji Bikin Pengendara Geger

Berita Terbaru