Sudah Ekonomi Sulit Malah Diperas, Pedagang Pasar Kotaagung Diminta Uang Tanpa Karcis, Catut Nama Kelurahan!

- Editor

Selasa, 26 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ist

Hariannarasi.com, Kotaagung – Sejumlah pedagang di kawasan Pasar Kotaagung mengeluhkan dugaan praktik pungutan liar (pungli) yang dilakukan oleh oknum dengan mengatasnamakan aparatur Kelurahan Pasar Madang pada Selasa (26/5/2026).  

Praktik ini memicu keresahan karena dinilai membebani pedagang kecil dan tidak memiliki dasar hukum yang jelas.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Berdasarkan keterangan para pedagang, oknum tersebut secara rutin melakukan pungutan dengan dalih untuk biaya keamanan, kebersihan, dan koordinasi lapangan.

Namun, dalam praktiknya, pungutan tersebut tidak disertai dengan surat resmi, karcis tanda bukti pembayaran, maupun penjelasan mengenai transparansi aturan.

​“Kalau memang resmi, tunjukkan dasar hukumnya. Jangan hanya datang meminta uang tanpa karcis dan tanpa penjelasan yang jelas,” keluh salah seorang pedagang yang enggan disebutkan namanya.

Para pedagang menegaskan bahwa setiap pungutan kepada masyarakat wajib memiliki landasan hukum yang sesuai dengan perundang-undangan.

Ketiadaan karcis dan aturan resmi memperkuat dugaan para pedagang bahwa pungutan tersebut adalah praktik pungli yang dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi oknum tertentu.

​Lemahnya pengawasan terhadap oknum yang mencatut nama instansi pemerintahan ini dinilai tidak hanya merugikan masyarakat kecil, tetapi juga mencoreng citra pelayanan publik.

Menyikapi hal tersebut, para pedagang mendesak aparat penegak hukum, khususnya Polres Tanggamus, untuk segera turun tangan melakukan investigasi menyeluruh.

Polisi diminta bertindak tegas, profesional, dan independen dalam mengusut pihak-pihak yang terlibat untuk memberikan efek jera. Penegakan hukum dinilai sangat penting agar praktik pungli tidak tumbuh menjadi kebiasaan yang dinormalisasi di lingkungan Pasar Kotaagung. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Tembus 6 Besar Nasional, Ini Jurus Pemprov Lampung Pertahankan Kedaulatan Pangan di Tengah Ancaman Kekeringan
Dendam Sering Dibully, Siswa SMP Bandar Lampung Tusuk Teman Sebaya Pakai Pisau Dapur
Melawan Saat Ditangkap, Buronan Curanmor Bersenpi di Pringsewu Ditembak Polisi
Kalapas Kotaagung Turun Tangan! Sisir Bersih Seluruh Kamar Napi
Rusa Sambar Langka Dipotong Jadi 7 Bagian, 5 Pemburu Liar di TNBBS Diringkus Polisi!
Ini Penampakan Sapi Limousine 1 Ton Prabowo, Bikin Wali Kota Eva Kaget Saat Dielus
Bupati Tanggamus Serahkan Sapi Kurban Prabowo, Beratnya Capai 1 Ton Lebih!
Perkuat Sinergi Pemasyarakatan, Jajaran Baru Lapas Kotaagung Temui Bupati Tanggamus
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 17:23 WIB

Tembus 6 Besar Nasional, Ini Jurus Pemprov Lampung Pertahankan Kedaulatan Pangan di Tengah Ancaman Kekeringan

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:32 WIB

Dendam Sering Dibully, Siswa SMP Bandar Lampung Tusuk Teman Sebaya Pakai Pisau Dapur

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:06 WIB

Melawan Saat Ditangkap, Buronan Curanmor Bersenpi di Pringsewu Ditembak Polisi

Selasa, 26 Mei 2026 - 15:02 WIB

Sudah Ekonomi Sulit Malah Diperas, Pedagang Pasar Kotaagung Diminta Uang Tanpa Karcis, Catut Nama Kelurahan!

Selasa, 26 Mei 2026 - 11:32 WIB

Rusa Sambar Langka Dipotong Jadi 7 Bagian, 5 Pemburu Liar di TNBBS Diringkus Polisi!

Berita Terbaru