5 Bulan Koma di Taiwan, Orang Tua PMI asal Lampung Timur Menanti Pemulangan

- Editor

Selasa, 29 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Desa Kedung Ringin, Kecamatan Pasir Sakti, Kabupaten Lampung Timur, Dewi Ratnasari, terbaring koma selama lebih dari lima bulan di Hsin Yong Ho Hospital, Taiwan.

Pihak keluarga mendesak pemerintah untuk membantu proses pemulangan korban ke Tanah Air agar bisa menjalani perawatan medis dekat dengan keluarga.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kecelakaan lalu lintas tersebut menimpa Dewi yang bekerja sebagai perawat lansia di Taiwan selama satu setengah tahun.

Insiden terjadi saat Dewi sedang mendorong kursi roda majikannya menuju sebuah taman di sekitar lokasi tempat tinggal mereka, lalu diduga ditabrak kendaraan dari arah belakang.

​”Kabar kecelakaan tersebut pertama kali kami terima pada 17 April 2026. Sampai sekarang Dewi masih belum sadarkan diri,” ujar ayah korban, Sudirno, Senin (28/9/2026).

​Sudirno berharap putrinya bisa dievakuasi ke Indonesia untuk mendapatkan penanganan medis secara maksimal di tanah kelahiran.

​Dorongan pendampingan dan pemulangan ini turut disuarakan oleh relawan Garda Buruh Migran Indonesia (BMI) Lampung Timur.

Ketua Garda BMI Lampung Timur, M. Amir, meminta pemerintah RI meningkatkan koordinasi lintas sektoral dengan pihak agen serta otoritas Taiwan untuk memastikan kejelasan informasi medis dan penanganan hukum korban.

​Aspirasi ini telah disampaikan secara langsung kepada Menteri Transmigrasi RI, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara, saat melakukan kunjungan kerja ke Lampung Timur pada September 2026.

​Menanggapi hal tersebut, Menteri Iftitah menegaskan komitmen pemerintah untuk hadir memberikan perlindungan melalui perangkat perwakilan RI di Taiwan.

​”Secepatnya nanti akan dilakukan pemantauan dan perlindungan,” kata Iftitah, seperti dikutip dari Tribun Lampung.

​Iftitah menjelaskan bahwa pemulangan PMI dalam kondisi medis khusus tetap harus melewati prosedur keimigrasian dan administrasi yang berlaku di Taiwan.

Setelah kelengkapan dokumen diselesaikan dan jadwal penerbangan diperoleh, kementerian akan mengoordinasikan penanganan penjemputan dari Bandara Soekarno-Hatta hingga pemulangan ke daerah asal di Lampung Timur. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Viral Video Pria Pamer dan Tembakkan Senpi Rakitan di Sungkai Utara, Diduga Demi Konten Sosmed! 
Terekam CCTV, Dua Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Natar Diringkus Polisi
Modus Pengobatan Gaib, Pria di Pesisir Barat Diciduk Usai Setubuhi Istri Pasien
Usai Pamit Piket Sekolah, Siswi SMPN 1 Pagelaran Tak Kunjung Pulang, Keluarga Laporkan Hilang!
Mesuji Memanas! Salah Paham Armada Polisi Picu Kericuhan Warga dan Perusahaan
Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Lapas Gunung Sugih Naik ke Tahap Penyidikan, Korban Dikabarkan Hamil!
8 Aki Dicuri dan Belasan Panel Surya Rusak, Sistem Pantau Gunung Anak Krakatau Lumpuh Sebagian
Manfaatkan Lahan Telantar Bekas Hama Babi, Buronan S Nekat Tanam Ganja di Gunung Seminung Lambar
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 10:01 WIB

Viral Video Pria Pamer dan Tembakkan Senpi Rakitan di Sungkai Utara, Diduga Demi Konten Sosmed! 

Selasa, 29 September 2026 - 09:01 WIB

5 Bulan Koma di Taiwan, Orang Tua PMI asal Lampung Timur Menanti Pemulangan

Selasa, 29 September 2026 - 07:30 WIB

Terekam CCTV, Dua Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Natar Diringkus Polisi

Selasa, 29 September 2026 - 07:25 WIB

Modus Pengobatan Gaib, Pria di Pesisir Barat Diciduk Usai Setubuhi Istri Pasien

Senin, 28 September 2026 - 19:21 WIB

Mesuji Memanas! Salah Paham Armada Polisi Picu Kericuhan Warga dan Perusahaan

Berita Terbaru