DPRD Lampung Sentil Pertamina dan Hiswana Migas: Kuota 79 Ribu Liter BBM Nelayan dan Petani Kemana?!

- Editor

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Lampung mendesak agar distribusi lebih dari 79 ribu liter Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi khusus nelayan dan petani dapat disalurkan secara tepat sasaran. 

Hal ini merespons masih adanya keluhan masyarakat yang kesulitan mengakses BBM bersubsidi.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sekretaris Komisi IV DPRD Provinsi Lampung, Muhammad Ghofur, menegaskan bahwa kuota tersebut tidak boleh hanya sekadar catatan administratif.

Ia meminta agar sistem distribusi diperjelas agar BBM bersubsidi, khususnya jenis solar, benar-benar sampai ke tangan nelayan dan petani di wilayah Bandar Surabaya, Kabupaten Lampung Tengah.

​“Kalau memang ada kuota khusus nelayan sebesar 79 ribu liter lebih, maka harus ada sistem distribusi yang jelas. Jangan sampai kuota itu hanya tercatat di atas kertas, tetapi masyarakat nelayan dan petani tetap kesulitan mendapatkan solar,” ujar Ghofur dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di DPRD Lampung, Kamis (21/5/2026).

​RDP tersebut turut melibatkan pihak Pertamina Patra Niaga, Hiswana Migas, kelompok nelayan dan petani Bandar Surabaya, serta sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.

Dalam pertemuan tersebut, terungkap bahwa masyarakat Bandar Surabaya masih menghadapi berbagai kendala di lapangan.

Selain jarak tempuh menuju Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang cukup jauh, pengawasan distribusi dinilai terlalu ketat sehingga menyulitkan akses masyarakat terhadap solar subsidi.

Akibat kendala distribusi dan akses tersebut, para nelayan dan petani di wilayah itu terpaksa membeli BBM melalui pengecer.

Kondisi ini dinilai memberatkan masyarakat karena harga jual di tingkat pengecer jauh melampaui harga resmi BBM bersubsidi yang ditetapkan pemerintah. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Korupsi KUR Rp2,99 Miliar, Kejari Tetapkan Eks Karyawan Bank Lampung Jadi DPO!
Robohkan Gubuk dan Kebun Warga di Tulang Bawang, Wabup Kecam Aksi Pam Swakarsa PT ILP!
Polisi Ungkap Hasil Autopsi  Jasad Lilis Pitriani, dari Luka Tajam hingga Tanda Asfiksia
Rohadi Alcantara Laporkan Balik Subehi Bin Ismail Atas UU ITE, Adukan Kasatreskrim dan Penyidik Polres Tanggamus ke Propam!
Niat Tagih Arisan Malah Jadi Tersangka, Diminta Uang Damai Rp100 Juta! Emak-emak di Pesawaran Datangi Polres Naik Pikap
Usai Temuan Kerangka Manusia di Pesawaran, Polisi Sisir Laporan Orang Hilang 2 Tahun Terakhir dan Lakukan Tes DNA
Anggaran Makan Napi Rutan Sukadana Diduga Dikorupsi, Pengawasan Kanwil Ditjenpas Lampung Dinilai Mandul!
Razia Operasi Patuh Krakatau 2026, Satlantas Polres Tanggamus Jaring 134 Pelanggar!
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:45 WIB

Korupsi KUR Rp2,99 Miliar, Kejari Tetapkan Eks Karyawan Bank Lampung Jadi DPO!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:41 WIB

Robohkan Gubuk dan Kebun Warga di Tulang Bawang, Wabup Kecam Aksi Pam Swakarsa PT ILP!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Polisi Ungkap Hasil Autopsi  Jasad Lilis Pitriani, dari Luka Tajam hingga Tanda Asfiksia

Kamis, 29 Oktober 2026 - 16:48 WIB

Rohadi Alcantara Laporkan Balik Subehi Bin Ismail Atas UU ITE, Adukan Kasatreskrim dan Penyidik Polres Tanggamus ke Propam!

Kamis, 29 Oktober 2026 - 13:34 WIB

Usai Temuan Kerangka Manusia di Pesawaran, Polisi Sisir Laporan Orang Hilang 2 Tahun Terakhir dan Lakukan Tes DNA

Berita Terbaru