Caption : ist
Hariannarasi.com, Jakarta – PT Pertamina (Persero) membidik tambahan produksi minyak mentah sebesar 100.000 barel per hari (bph) melalui optimalisasi ladang-ladang minyak tua (mature fields) dan penerapan teknologi terbaru. Langkah strategis ini dilakukan guna mendongkrak realisasi lifting minyak nasional.
Wakil Direktur Utama Pertamina, Oki Muraza, menyatakan bahwa upaya peningkatan produksi akan dilakukan secara menyeluruh, mencakup kegiatan eksplorasi penemuan cadangan baru hingga pengelolaan lapangan migas yang sudah berusia lanjut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
“Cita-cita kami itu bisa mencapai lebih dari 100 ribu barel per hari dari lapangan-lapangan utama (major fields),” ujar Oki dalam acara Energy Outlook 2026 di Jakarta, Kamis (5/2).
Untuk lapangan yang sudah berusia tua, Pertamina mulai mengimplementasikan teknologi Enhanced Oil Recovery (EOR) berbasis injeksi kimia. Program tersebut telah berjalan sejak Desember lalu di Blok Rokan.
Oki menyebutkan bahwa inovasi ini merupakan tonggak sejarah baru setelah keberhasilan teknologi injeksi uap (steam flood) di Lapangan Duri pada tahun 1980-an.
Selain optimalisasi di Blok Rokan dan Minas, Pertamina juga tengah memantau potensi temuan besar (giant discovery) di wilayah Jambi Merang.
Perusahaan juga melihat peluang besar pada pengembangan migas non-konvensional (unconventional) di Rokan, meskipun diakui masih menghadapi sejumlah tantangan teknis.
Peningkatan produksi dari lapangan-lapangan eksisting ini diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap ketersediaan energi nasional dan mendukung target lifting migas pemerintah. (*)






