Gubernur Lampung Paparkan Pencapaian Pembangunan 2025, Prioritaskan Infrastruktur Jalan

- Editor

Senin, 29 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : ist

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, memilih nada bicara yang realistis, saat menutup lembaran tahun 2025. Di kediaman dinas Mahan Agung, Minggu (28/12). 

Ia tidak sekadar menyodorkan deretan angka statistik laporan akhir tahun. Sebaliknya, Mirza sapaan akrabnya, meletakkan 2025 sebagai tahun pembersihan lahan bagi struktur pembangunan Lampung yang selama ini dianggap masih rapuh.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam refleksi bertajuk Kaleidoskop Pembangunan Provinsi Lampung, duet kepemimpinan Mirza-Jihan menegaskan bahwa tahun pertama mereka bukan tentang pencapaian instan atau sekadar memburu apresiasi semu. Fokusnya yakni pembenahan struktural.

Salah satu poin tajam yang digarisbawahi Gubernur adalah fenomena ekonomi yang kontradiktif di Bumi Ruwa Jurai. Dengan nilai komoditas alam mencapai Rp140 triliun per tahun, Lampung secara teoritis berada di atas angin. Namun, Mirza dengan jujur mengakui adanya “kebocoran” ekonomi yang sistemik.

“Masalah mendasar kita adalah capital outflow. Kita kaya komoditas, tapi nilai tambahnya dinikmati daerah lain karena produk kita keluar dalam bentuk mentah,” tegasnya.

Logika ekonomi yang dipaparkan Mirza cukup provokatif. Dengan PDRB menyentuh angka Rp483 triliun, pendapatan per kapita idealnya berada di kisaran Rp4 juta per bulan.

Namun, realitas di lapangan berbicara lain, angka kemiskinan masih bertengger di level 10 persen dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) masih memerlukan akselerasi serius.

Menyadari jurang antara potensi dan realitas tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung di bawah kendali Mirza-Jihan menjadikan infrastruktur jalan sebagai prioritas tunggal yang tak bisa ditawar.

Infrastruktur tidak lagi dipandang sebagai proyek fisik semata, melainkan instrumen untuk menekan biaya logistik dan memicu pemerataan ekonomi hingga ke pelosok desa.

​Bagi Mirza, 2025 adalah fase penguatan fondasi. Ia menekankan bahwa apa yang dikerjakan saat ini adalah kerja kolektif birokrasi, bukan panggung pribadi seorang gubernur.

“Ini adalah kerja bersama yang harus disampaikan secara terbuka kepada publik,” pungkasnya, menandakan sebuah era transparansi baru di koridor pemerintahan Lampung. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 27 Kg Sabu di Bakauheni, Dua Kurir Modifikasi Sasis Mobil
Pekerja Siap-Siap! BSU Rp900 Ribu Mulai Disiapkan Pusat, Disnaker Lampung: Tunggu Juknis
Kerap Peras Pengguna Jalan di Jalur Suoh, Residivis Kasus Pembunuhan Ditembak Polisi
Kedok Program MBG, Penyelundupan 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Tol Tulang Bawang
Punya Tangki Ganda dan 5 Barcode Rahasia di HP, Aksi Kuras Solar Subsidi di Bukit Kemuning Berakhir Diringkus Polisi
HGU PT PAL Berakhir, Kok Malah Rusuh? Ini Alasan Mengapa Konflik Lahan di Mesuji Membara!
Kasus Pengancaman Kades Ogan Jaya: Polres Lampung Utara Tetapkan dan Tahan 2 Tersangka!
Karhutla TN Way Kambas Masuki Hari ke-14, Api di Lahan Gambut Belum Berhasil Dipadamkan! 
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 2 Oktober 2026 - 18:49 WIB

Polres Lamsel Gagalkan Penyelundupan 27 Kg Sabu di Bakauheni, Dua Kurir Modifikasi Sasis Mobil

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:43 WIB

Pekerja Siap-Siap! BSU Rp900 Ribu Mulai Disiapkan Pusat, Disnaker Lampung: Tunggu Juknis

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:33 WIB

Kerap Peras Pengguna Jalan di Jalur Suoh, Residivis Kasus Pembunuhan Ditembak Polisi

Jumat, 2 Oktober 2026 - 17:27 WIB

Kedok Program MBG, Penyelundupan 1,68 Juta Batang Rokok Ilegal Digagalkan di Tol Tulang Bawang

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:06 WIB

Punya Tangki Ganda dan 5 Barcode Rahasia di HP, Aksi Kuras Solar Subsidi di Bukit Kemuning Berakhir Diringkus Polisi

Berita Terbaru