Solusi Penanganan Masalah Sampah, Lurah Rejosari Ajak Warganya Menabung di Bank Sampah Lestari

- Editor

Jumat, 24 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Terlihat Pengurus Bank Sampah Lestari (BSL) Rejosari, Kotabumi melakukan kegiatan pengemasan dan pengumpulan sampah.

Hariannarasi.com, Lampung Utara – Bank Sampah adalah istilah yang tren saat ini dalam pemilahan dan pengumpulan sampah untuk didaur ulang kembali dan memiliki nilai tambah atau jual.

Saat ini banyak desa atau kelurahan yang telah memiliki Bank Sampah, tak terkecuali Kelurahan Rejosari, Kecamatan Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara.

Diakui M. Rahadiyan Arisdatama, SH selaku Lurah Rejosari, bahwa Bank Sampah yang dikelola oleh warganya beroperasi sejak 1 April 2024, bahkan telah memiliki pengurus sendiri, dan kelompok ini menamakan diri mereka sebagai Bank Sampah Lestari (BSL) Rejosari.

“Bank Sampah Lestari ini memiliki pengurus berjumlah 7 orang, kegiatan bank sampah lestari atau bisa disebut BSL Rejosari,” jelas Lurah M. Rahadiyan yang aktif dalam kegiatan warganya tersebut, Jum’at (24/5).

Caption : Buku Tabungan Nasabah Bank Sampah Lestari (BSL) Rejosari.

Ia menambahkan, sama seperti di Bank penyimpanan uang pada umumnya, para nasabah dalam hal ini masyarakat dapat menyetorkan sampah yang sudah dipilah ke BSL, namun bukan uang yang disetorkan tapi sampah yang mereka setorkan.

“Sampah tersebut ditimbang dan dicatat di buku rekening oleh petugas bank sampah. Jadi dalam bank sampah, ada yang disebut dengan tabungan sampah dan bisa diuangkan atau dicairkan,” ungkapnya.

Pihaknya melakukan hal ini memiliki tujuan untuk menyulap sampah menjadi uang yang mana dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus menjaga kebersihan lingkungan dari sampah, dan secara otomatis sampah yang di kirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) menjadi berkurang.

“Untuk sampah plastik bisa dimanfaatkan kembali (reuse), contohnya untuk pot bunga atau tanaman lain. Syarat sampah yang dapat ditabung adalah yang rapi dan bersih. Maksudnya adalah ketika ingin membuka kemasannya sudah di bersihkan atau di cuci,” ujar M. Rahadiyan.

Untuk sampah organik dimanfaatkan untuk pupuk kompos, yang mana membantu mengatasi persoalan klasik petani akibat pupuk yang langka.

Diketahui, saat ini nasabah BSL Rejosari telah mencapai 33 orang, dan akan terus disosialisasikan dan dikembangkan. Harapannya kedepan, semua pihak dapat mendukung program tersebut. (red)

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Caption : Daftar Harga Sampah Organik dan A Organik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Ibu Rumah Tangga di Natar Tewas Tertabrak KA Babaranjang Saat Cari Anak
Pecah Rekor! BMKG Nyatakan Lampung Utara Catat Suhu Terpanas di Indonesia, Capai 36,2°C
Tenggat Waktu Habis, Sejumlah OPD Tanggamus Belum Kembalikan Temuan BPK 2024-2025, Nilainya Fantastis! 
Jaringan Sabu Malaysia Diringkus di Pelabuhan Bakauheni, Bareskrim Sita Aset Rp4,8 M dan 2,69 Kg Sabu dalam Ransel
Buntut Video Viral Penggerebekan Perselingkuhan, KPPG Lampung Periksa Kepala SPPG Kota Agung, Terancam Dipecat?!
Jalan Raden Intan Lumpuh Total, Netizen Sindir Proyek Supermarket di Tengah Bandar Lampung: Tata Kota ‘Acakadul’! 
Kok Bisa? Rumah Kosong dan ‘Oemah Kebun’ Menang Proyek Miliaran Gedung Kejaksaan Lampung!
Pendapatan Anjlok, Tapi Belanja Malah Naik! Ada Apa dengan APBD Tanggamus 2026?
Berita ini 280 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:33 WIB

Ibu Rumah Tangga di Natar Tewas Tertabrak KA Babaranjang Saat Cari Anak

Selasa, 4 Agustus 2026 - 10:25 WIB

Pecah Rekor! BMKG Nyatakan Lampung Utara Catat Suhu Terpanas di Indonesia, Capai 36,2°C

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:29 WIB

Jaringan Sabu Malaysia Diringkus di Pelabuhan Bakauheni, Bareskrim Sita Aset Rp4,8 M dan 2,69 Kg Sabu dalam Ransel

Selasa, 4 Agustus 2026 - 03:04 WIB

Buntut Video Viral Penggerebekan Perselingkuhan, KPPG Lampung Periksa Kepala SPPG Kota Agung, Terancam Dipecat?!

Senin, 3 Agustus 2026 - 17:58 WIB

Jalan Raden Intan Lumpuh Total, Netizen Sindir Proyek Supermarket di Tengah Bandar Lampung: Tata Kota ‘Acakadul’! 

Berita Terbaru