Mesuji Memanas! Salah Paham Armada Polisi Picu Kericuhan Warga dan Perusahaan

- Editor

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Mesuji – Kericuhan pecah di kawasan perkebunan kelapa sawit Mesuji menyusul memuncaknya sengketa lahan antara warga transmigran dan PT Pematang Agri Lestari (PT PAL).

Konflik terbuka ini merupakan imbas dari akumulasi kekecewaan warga atas ketidakjelasan status lahan seluas 3.000 hektare yang diklaim telah dipatok warga sejak 1992, namun kini masuk dalam Hak Guna Usaha (HGU) perusahaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Ketegangan di lapangan bermula ketika massa mengambil alih area dengan mendirikan tenda dan memportal jalan akses utama kebun.

Aksi pendudukan ini dilakukan untuk melumpuhkan total aktivitas pemanenan dan distribusi buah sawit PT PAL, yang dinilai warga sebagai bentuk protes keras atas lambatnya proses diplomasi penyelesaian sengketa.

​Situasi memanas dan berujung pada pelemparan armada water cannon milik kepolisian oleh massa.

Insiden ini ditengarai dipicu oleh kesalahpahaman di lapangan. Pihak kepolisian awalnya mengerahkan armada tersebut untuk memadamkan titik api yang muncul di area perkebunan.

Namun, massa yang tengah siaga menduga kedatangan aparat bertujuan untuk mengawal truk pengangkut kelapa sawit milik perusahaan menembus blokade warga.

​Kemarahan kolektif massa tidak hanya didasari oleh klaim HGU, tetapi juga diperparah oleh isu penahanan dokumen administratif.

Sejumlah warga menuding pihak perusahaan masih menahan sertifikat fisik tanah milik para transmigran, sebuah klaim yang menambah eskalasi ketegangan sosial di lokasi.

​Meski sempat diwarnai aksi unjuk kekuatan, benturan fisik yang lebih luas berhasil dihindari.

Pihak kepolisian dibantu oleh Pemerintah Daerah setempat langsung merespons situasi dengan menggelar mediasi persuasif di lapangan.

Melalui negosiasi tersebut, aparat akhirnya berhasil meredakan emosi warga dan menarik mundur massa dari lokasi pendudukan, sehingga situasi di kawasan perkebunan berangsur kondusif. (*)

Berikut video lengkapnya:

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Lapas Gunung Sugih Naik ke Tahap Penyidikan, Korban Dikabarkan Hamil!
8 Aki Dicuri dan Belasan Panel Surya Rusak, Sistem Pantau Gunung Anak Krakatau Lumpuh Sebagian
Manfaatkan Lahan Telantar Bekas Hama Babi, Buronan S Nekat Tanam Ganja di Gunung Seminung Lambar
Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas, Siswa SDN 2 Way Dadi Baru Alami Patah Kaki
Warga Binaan Dijadikan Objek Bancakan, Dugaan Korupsi Anggaran Rutan Kelas IIB Sukadana Tembus Rp3,4 Miliar!
Karma Instan! Niat Tancap Gas Bawa Tas Curian, Jambret di Pringsewu Malah Terjungkal
Kabur ke Kaltim, Predator Anak Berkedok Tokoh Dituakan di Way Kanan Akhirnya Dibekuk
Pemkot Metro Rombak 34 Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya! 
Berita ini 7 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 19:21 WIB

Mesuji Memanas! Salah Paham Armada Polisi Picu Kericuhan Warga dan Perusahaan

Senin, 28 September 2026 - 19:00 WIB

Dugaan Kekerasan Seksual Oknum Lapas Gunung Sugih Naik ke Tahap Penyidikan, Korban Dikabarkan Hamil!

Senin, 28 September 2026 - 14:45 WIB

8 Aki Dicuri dan Belasan Panel Surya Rusak, Sistem Pantau Gunung Anak Krakatau Lumpuh Sebagian

Senin, 28 September 2026 - 14:38 WIB

Manfaatkan Lahan Telantar Bekas Hama Babi, Buronan S Nekat Tanam Ganja di Gunung Seminung Lambar

Senin, 28 September 2026 - 09:28 WIB

Warga Binaan Dijadikan Objek Bancakan, Dugaan Korupsi Anggaran Rutan Kelas IIB Sukadana Tembus Rp3,4 Miliar!

Berita Terbaru