Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Honda kembali membuat gebrakan di segmen motor bebek dengan menghadirkan Honda Blade 110R. Motor ini membawa pembaruan besar melalui mesin berdesain revolusioner dan modern yang dirancang langsung oleh insinyur Honda di Jepang.
Inovasi ini difokuskan pada tingkat efisiensi tinggi, baik dalam hal konsumsi bahan bakar, performa, maupun efisiensi proses manufaktur.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Honda Blade 110R dibekali mesin 4-langkah SOHC berpendingin udara dengan kapasitas murni 109,1 cc. Mesin ini mampu menyemburkan tenaga maksimal hingga 8,66 dk pada putaran 7.000 rpm dan torsi puncak mencapai 8,42 Nm pada 5.500 rpm.
Tenaga tersebut disalurkan melalui sistem pengabutan karburator Keihin venturi 17 dan rasio kompresi 9:1.
Kunci utama dari performa dan efisiensi mesin baru ini terletak pada upaya meminimalisasi gaya gesek (friksi) komponen internal. Untuk mewujudkannya, Honda mengaplikasikan sejumlah teknologi mutakhir, antara lain:
1. Roller Rocker Arm, penggunaan roller pada pelatuk klep (rocker arm) yang berfungsi mengurangi gesekan dengan noken as. Putaran mesin menjadi lebih ringan, suhu mesin lebih stabil, dan kompresi lebih maksimal sehingga menghasilkan tenaga besar yang irit bahan bakar.
2. Piston Pendek dan Ringan, piston didesain lebih pendek dengan pin piston offset (bergeser dari titik tengah) serta dilengkapi lubang oli (oil-jet). Hal ini membuat bidang gesekan dinding silinder menyempit sehingga mesin bekerja lebih enteng dan awet.
3. Prankcase Offset, posisi titik tengah kruk as dengan pin piston dibuat tidak sejajar saat piston berada di Titik Mati Atas (TMA). Teknologi ini mampu meredam getaran dan mencegah keausan silinder (liner), memberikan kenyamanan ekstra bagi pengendara.
4 Kopling Sistem Matahari (Pegas Diafragma), meninggalkan pegas spiral konvensional, Blade 110R menggunakan sistem pegas diafragma seperti pada mobil. Sistem ini memberikan tekanan kampas kopling yang merata, mencegah selip, dan memaksimalkan akselerasi meski hanya menggunakan tiga lembar kampas.
Selain itu, mesin Honda Blade 110R menganut konfigurasi overstroke, di mana langkah piston (55,6 mm) lebih panjang dibandingkan diameternya (50 mm). Desain ini secara teknis mendongkrak torsi secara signifikan pada putaran bawah, menjadikannya sangat responsif di kondisi jalanan yang padat.
Efesiensi rancang bangun ini tidak hanya menguntungkan konsumen dari segi performa dan keiritan, tetapi juga menekan biaya dan waktu produksi (lead time) bagi pihak pabrikan. Dengan langkah ini, Honda Blade 110R dinilai siap bersaing ketat dan menjadi standar baru di kelas motor bebek 110cc. (*)






