Caption : Anggota DPRD Lampung Barat dari Fraksi PDIP, Prayitno.
Hariannarasi.com,Lampung Barat – Anggota DPRD Lampung Barat, Prayitno, membantah tudingan ingin tampil di panggung hiburan yang memicu keributan dalam acara hajatan di Pekon Manggarai, Kecamatan Air Hitam, Minggu (18/10/2026) malam.
Keributan tersebut sebelumnya terekam video dan beredar di masyarakat. Prayitno memberikan klarifikasi pada Selasa (20/10/2026) terkait peristiwa itu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Prayitno menyatakan kehadirannya di lokasi hajatan atas undangan keluarga pemilik hajat. Tujuannya, kata dia, untuk membantu mengoordinasikan keamanan.
“Saya sebagai dewan datang ke acara hajatan tersebut karena diundang oleh keluarga yang punya hajat untuk mengoordinasikan keamanan. Karena ini masih menyangkut wilayah saya sebagai dewan dan menyangkut izin keramaian sampai jam 17.00 WIB,” ujar Prayitno dalam keterangan klarifikasinya, Selasa (20/10/2026).
Ia menyebut niatnya naik ke panggung bukan untuk bernyanyi atau berjoget bersama pengisi acara, melainkan untuk menyampaikan imbauan kamtibmas kepada warga yang hadir, khususnya anak muda.
Menurut Prayitno, imbauan tersebut dinilai penting mengingat dalam beberapa waktu terakhir terjadi sejumlah kasus pencurian di wilayah Pekon Manggarai.
Pemicu keributan
Prayitno mengakui emosi terpancing saat hendak memberikan arahan, ia mengaku tersinggung karena musik DJ tetap dimainkan dengan volume keras saat ia meminta waktu untuk berbicara.
“Saya berniat naik panggung sebagai perwakilan keluarga untuk sekadar memberikan imbauan dan arahan kepada masyarakat dan anak muda yang hadir supaya menjaga keamanan dan ketertiban. Akan tetapi, seakan tidak ada waktu karena musik DJ terus dimainkan,” katanya.
Ia menegaskan tidak memiliki motif mencari perhatian di atas panggung. “Di situ saya ini bukan gila hormat atau gila panggung, mau nyanyi atau joget-joget DJ remix. Saya juga sadar dari umur saya yang bukan anak muda lagi,” tegasnya.
Dalam klarifikasi yang sama, Prayitno menyebut sikap kru musik yang dinilainya kurang menghargai kehadirannya menjadi pemicu.
“Tapi memang dari awal saya datang, para kru musik ini kurang menghargai kedatangan saya dan waktu saya untuk menyampaikan imbauan dengan tetap DJ-an remix dengan suara keras. Dari situ saya merasa tersinggung dan memancing emosi saya. Makanya terjadi hal tersebut,” ungkapnya.
Hingga berita ini diterbitkan, pihak penyelenggara hajatan dan kru musik yang bertugas dalam acara tersebut belum memberikan keterangan resmi.
Video keributan yang beredar juga masih dalam penelusuran untuk memastikan kronologi lengkap kejadian. (*)






