Caption : Istimewa (Dok. BMKG).
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Provinsi Lampung masuk dalam daftar wilayah dengan kualitas udara kategori tidak sehat berdasarkan pemodelan sebaran partikulat PM2.5 terkait asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kamis, 15 Oktober 2026.
Data tersebut berdasarkan konsentrasi partikulat PM2.5 dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). BMKG mencatat sejumlah wilayah di Indonesia mengalami penurunan kualitas udara dengan tingkat pencemaran bervariasi, mulai dari sedang hingga berbahaya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Lampung menjadi salah satu provinsi yang masuk kategori tidak sehat. Di Lampung, Kabupaten Pesawaran turut tercatat mengalami kondisi serupa.
Selain Lampung, kualitas udara kategori tidak sehat juga terpantau di Lore Lindu, Mempawah, Medan, Kototabang, Kubu Raya, Batam, Banjarbaru, Samarinda, Maros, Bengkulu, Kotabaru, Sorong, Kemayoran, Semarang, dan Tanjung Harapan.
Kondisi yang lebih buruk terjadi di sejumlah daerah lain. Kota Jambi, Pekanbaru, dan Sintang tercatat masuk kategori sangat tidak sehat.
Sementara kategori berbahaya terpantau di Talang Betutu Palembang, Palangkaraya, Pangkalan Bun, Musi 2 Palembang, dan Muaro Jambi.
Di sisi lain, kualitas udara kategori sedang tercatat di Malang dan Sleman. Adapun Indrapuri menjadi satu-satunya wilayah dalam daftar pemantauan dengan kualitas udara kategori baik.
BMKG mengingatkan, partikulat PM2.5 berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk jauh ke dalam saluran pernapasan.
Paparan polutan tersebut berpotensi mengganggu kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat dengan gangguan pernapasan.
Masyarakat di wilayah dengan kualitas udara tidak sehat diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan saat kondisi memburuk, menggunakan masker yang sesuai, dan membatasi paparan asap untuk mengurangi risiko gangguan kesehatan.
Pemantauan kualitas udara secara berkala diperlukan untuk mengetahui perkembangan pencemaran, terutama di tengah potensi sebaran asap karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. (*)






