Caption : Istimewa
Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Kondisi sebuah fasilitas pariwisata di wilayah Lampung menjadi sorotan publik setelah seorang pengunjung mengeluhkan minimnya ketersediaan makanan dan minuman di lokasi tersebut.
Keluhan ini diungkapkan oleh seorang pengunjung melalui media sosial threads pada kemarin, Rabu (15/10).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam unggahannya, ia menyatakan rencananya untuk kembali mengunjungi Bumi Kedaton Resort keesokan harinya dengan membawa persediaan buah dan air sendiri.
Berdasarkan pantauan di lapangan, akses menuju ke kawasan ini memang terlihat kurang terawat.
Beberapa fasilitas pendukung tampak tidak berfungsi maksimal, terutama menyangkut layanan dasar bagi pengunjung.
“Besok aku mau ke Bumi Kedaton Resort lagi bawa buah dan air. Buat kalian yang mau ikutan boleh banget. Gimana coba hari-hari lain pas gaada pengunjung, mereka makan minum dari mana?,” demikian kutipan dari unggahan tersebut, yang turut menyertakan foto jalan setapak di kawasan wisata yang terlihat rusak dan ditumbuhi rumput liar.
Pengunjung tersebut juga mengancam akan melakukan protes dan memberikan teguran langsung kepada pihak pengelola apabila tidak menemukan makanan maupun minuman pada kunjungan berikutnya. Menurutnya, kondisi ini sudah masuk dalam kategori keterlaluan.
Diketahui, kawasan wisata ini memiliki beberapa fasilitas rekreasi seperti kebun binatang mini, kolam renang, dan area outbound.
Namun, sejumlah ulasan daring menyebutkan bahwa layanan makanan seringkali tidak tersedia, dan fasilitas umum lainnya juga dinilai kurang terawat .
Ketersediaan pangan menjadi sorotan utama. Berdasarkan penelusuran, kawasan ini menyediakan pilihan makanan di beberapa titik.
Namun, seringkali tutup atau kosong saat jam operasional tertentu, memaksa pengunjung untuk membawa bekal sendiri atau keluar dari area wisata demi memenuhi kebutuhan dasar.
Pengelola Bumi Kedaton Resort Klarifikasi Isu Perawatan Hewan: Pakan Diberikan Setiap Hari
Sementara, pihak pengelola Bumi Kedaton Resort akhirnya memberikan tanggapan resmi terkait keluhan yang beredar di media sosial mengenai perawatan hewan di kawasan wisata tersebut.
Menanggapi masukan dari masyarakat, pengelola menegaskan bahwa pemberian pakan dan air minum untuk satwa dilakukan secara rutin setiap hari.
Dalam pernyataan tertulis yang diunggah pada Selasa (15/10/2026), pihak pengelola menyampaikan terima kasih atas perhatian dan masukan yang diberikan.
Mereka menjelaskan, isu mengenai minimnya pakan hewan terjadi karena posisi wadah makan dan minum yang kerap berpindah akibat aktivitas hewan itu sendiri.
“Kami sampaikan bahwa pemberian pakan dan air minum dilakukan setiap hari. Terkadang, wadah pakan dan minum mengalami perubahan posisi akibat aktivitas hewan, sehingga perlu dilakukan pengecekan dan penataan kembali secara berkala,” tulis pihak pengelola dalam keterangan resminya.
Menindaklanjuti hal tersebut, pengelola berkomitmen untuk meningkatkan pengawasan di area konservasi. Langkah ini bertujuan agar kesejahteraan hewan (animal welfare) tetap terjaga dan tidak lagi menimbulkan kesalahpahaman bagi para pengunjung.
“Masukan ini menjadi perhatian kami untuk terus meningkatkan pengawasan dan memastikan kesejahteraan hewan tetap terjaga,” lanjut pernyataan tersebut.
Pihak pengelola menutup pernyataannya dengan mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan saran membangun dari berbagai pihak. (*)






