GRAK Lampung Sebut Klarifikasi Karutan Sukadana Bentuk Pembodohan Publik, Tantang Buka Data Anggaran Makanan Napi Secara Terbuka

- Editor

Sabtu, 10 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Lampung Timur – Gerakan Rakyat Anti Korupsi (GRAK) Lampung menilai klarifikasi Kepala Rumah Tahanan Negara (Karutan) Kelas IIB Sukadana terkait pemenuhan hak warga binaan sebagai upaya pembodohan publik.

Penilaian itu disampaikan Koordinator GRAK Lampung, Chaidir, menanggapi surat klarifikasi yang dilayangkan Karutan Sukadana kepada Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Lampung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Chaidir menyebut klaim Karutan yang menyatakan pemenuhan hak kebutuhan warga binaan telah dilaksanakan sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku merupakan klaim sepihak tanpa dasar yang jelas.

“Wartawan saja dalam menyajikan berita dituntut untuk memiliki data dan sumber yang jelas, ini sekelas Karutan justru memberikan klaim sepihak tanpa dasar yang jelas,” ujar Chaidir.

Ia menyoroti dugaan korupsi dalam penyediaan 23 jenis bahan makanan untuk 445 warga binaan dengan anggaran Rp3.248.500.000.

Menurutnya, klarifikasi seharusnya memuat rincian jenis bahan makanan dan volume yang telah dibelanjakan sejak Januari hingga September 2026.

“Kalau sekedar bilang tidak ada korupsi dan semua sudah dilakukan sesuai mekanisme, siapa saja bisa menjawab demikian tapi siapa yang jamin,” katanya.

Selain itu, GRAK juga mempertanyakan rujukan klarifikasi Karutan yang menyebut Hakim Pengawas dan Pengamat (Wasmat) Pengadilan Negeri Sukadana telah melakukan peninjauan fasilitas dan pemenuhan hak warga binaan serta wawancara dengan warga binaan pada Kamis, 1 Oktober 2026.

“Bagaimana tinjauan satu hari bisa dijadikan rujukan bahwa tidak ada masalah dalam tata kelola anggaran di sana. Kalau peninjauan dilakukan 1 Oktober 2026, bagaimana dengan 2 Oktober 2026. Sedangkan kami saja mengantongi beragam pengakuan dan data penunjang untuk meyakinkan bahwa masalah di sana diduga benar terjadi,” imbuhnya.

Chaidir menilai pernyataan dalam surat klarifikasi tersebut berpotensi menjadi blunder bagi Karutan.

Ia juga membantah poin dalam klarifikasi yang menyebut Kepala Pengamanan Rutan (KPR) telah menghubungi awak media untuk konfirmasi dan penjelasan. Menurutnya, hal tersebut tidak pernah terjadi.

“Dari sini saja sudah jelas bagaimana Karutan berbohong dalam surat klarifikasi tersebut, lantas bagaimana kita bisa percaya informasi yang disampaikan dalam surat itu,” tutupnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Dituding Miring Soal Anggaran Makanan Napi, Karutan Sukadana Akhirnya Buka Suara
Usai Ringkus 3 Penadah, Polsek Wonosobo Tembak Pelaku Utama Curanmor di Tanggamus
Enam Kebakaran Hantam Pringsewu dalam Sehari, Kerugian Tembus Ratusan Juta!
Aktivitas Erupsi Meningkat Tajam, Gunung Anak Krakatau Naik Status Jadi Siaga, Wisatawan Dilarang Mendekat!
Tragis! Pria Disabilitas di Lampung Timur Dipukul Pingsan dan Dirampok, Uang Rp 5 Juta Raib
Dari Gerobak ke Ruko Dua Lantai, Agen BRILink Kembangkan Usaha dengan Pembiayaan dari BRI Panjang Rp250 Juta
BRI Unit Kota Karang Bantu Sohari Tinggalkan Jualan Keliling, Kini Usahanya Tumbuh Jadi Toko Grosir
Buron Sebulan, Pelaku Penusukan di Way Kanan Ditangkap, Ada 7 Tusukan di Leher hingga Kepala
Berita ini 1 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 14:38 WIB

GRAK Lampung Sebut Klarifikasi Karutan Sukadana Bentuk Pembodohan Publik, Tantang Buka Data Anggaran Makanan Napi Secara Terbuka

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 12:29 WIB

Dituding Miring Soal Anggaran Makanan Napi, Karutan Sukadana Akhirnya Buka Suara

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 11:39 WIB

Usai Ringkus 3 Penadah, Polsek Wonosobo Tembak Pelaku Utama Curanmor di Tanggamus

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 10:27 WIB

Enam Kebakaran Hantam Pringsewu dalam Sehari, Kerugian Tembus Ratusan Juta!

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 09:53 WIB

Tragis! Pria Disabilitas di Lampung Timur Dipukul Pingsan dan Dirampok, Uang Rp 5 Juta Raib

Berita Terbaru