Diduga ‘Telan’ Rp748 Juta untuk Proyek Fiktif, Kabid Pengairan PUPR Lambar ‘Ngamuk’ Saat Dikonfirmasi!

- Editor

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Ilustrasi

Hariannarasi.com, Lampung Barat – Kepala Bidang (Kabid) Pengairan Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Kabupaten Lampung Barat menolak memberikan klarifikasi terkait dugaan proyek pemeliharaan jaringan irigasi fiktif senilai Rp748.852.000 pada tahun anggaran 2026.

Saat dihubungi untuk konfirmasi, ia enggan memberikan keterangan dan meminta wartawan untuk datang langsung ke kantornya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Pada tahun 2026, Dinas PUPR Lampung Barat melalui Bidang Pengairan menganggarkan Rp748.852.000 untuk pemeliharaan jaringan irigasi.

Anggaran tersebut dipecah ke dalam enam paket kegiatan melalui mekanisme pengadaan langsung. Skema pengerjaan meliputi pembabatan rumput, penggalian lumpur, dan pemasangan batu.

​Koordinator Lapangan Jaringan Masyarakat Penggerak (JAMPER), Putra Yodi, menduga proyek tersebut rawan penyimpangan.

Menurutnya, minimnya pengawasan serta mekanisme pelaporan yang hanya dilakukan sekali dalam satu tahun anggaran membuka celah penyalahgunaan.

​”Realisasi pemeliharaan hampir tidak terlihat. Hal ini terbukti dari kondisi sebagian besar jaringan irigasi di wilayah pemeliharaan yang masih dalam keadaan rusak parah atau tidak optimal,” ujar Putra.

​Putra juga menyoroti adanya peningkatan nilai anggaran pada tahun 2026 dibandingkan dengan porsi anggaran pemeliharaan jaringan irigasi pada tahun 2025.

Ia menilai tren kenaikan anggaran ini berpotensi memperbesar kerugian negara jika praktik dugaan proyek fiktif ini terus berulang.

​Terkait dugaan tersebut, JAMPER mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) setempat untuk segera melakukan penyelidikan dan pemeriksaan terhadap proyek-proyek di bawah Bidang Pengairan Dinas PUPR Lampung Barat.

​Selain penegak hukum, Putra juga meminta Pemerintah Kabupaten Lampung Barat turun tangan.

“Bupati melalui Inspektorat perlu melakukan evaluasi total dan pemeriksaan terhadap proyek ini. DPRD juga harus menjalankan fungsi pengawasannya untuk memastikan uang negara benar-benar diserap untuk kepentingan masyarakat,” tegasnya.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Pandangan Terhalang Asap Pekat, 5 Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun Mencekam di Jalintim Tulang Bawang
Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak, Ternyata Residivis Kasus yang Sama!
Tak Hanya Dihabisi, Anak Remaja di Tragedi Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Sempat Diperkosa Pelaku
Tongkat Komando Berganti, Ini 3 Program Prioritas Kapolres AKBP AH Hudi Arif Tangani Kejahatan di Tanggamus!
Belum Selesai Apel Sertijab, Sejumlah Personel Polres Tanggamus Malah Pulang Duluan?
Sempat Sembunyi di Loteng Ruang Guru, Polisi Cokok 3 Pria dan Sita Senpi AR-15 serta Glock
Telan Dana Fantastis Rp3 Miliar, Proyek Jembatan di Tanggamus Malah Pakai Material Tak Jelas?
Serang Petugas, Pelaku Pembunuhan Sadis Satu Keluarga di Tulang Bawang Ditembak Mati
Berita ini 2 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:47 WIB

Diduga ‘Telan’ Rp748 Juta untuk Proyek Fiktif, Kabid Pengairan PUPR Lambar ‘Ngamuk’ Saat Dikonfirmasi!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 09:00 WIB

Pandangan Terhalang Asap Pekat, 5 Mobil Terlibat Tabrakan Beruntun Mencekam di Jalintim Tulang Bawang

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:57 WIB

Pelaku Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Tewas Ditembak, Ternyata Residivis Kasus yang Sama!

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:50 WIB

Tak Hanya Dihabisi, Anak Remaja di Tragedi Pembunuhan Satu Keluarga di Tulang Bawang Sempat Diperkosa Pelaku

Selasa, 6 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Tongkat Komando Berganti, Ini 3 Program Prioritas Kapolres AKBP AH Hudi Arif Tangani Kejahatan di Tanggamus!

Berita Terbaru