Caption : Istimewa (Dok. TNWK)
Hariannarasi.com, Lampung Timur – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, belum juga berhasil dijinakkan hingga memasuki hari ke-14 pada Jumat (2/10/2026).
Operasi pemadaman terpadu melalui jalur darat dan udara masih terus digencarkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari berbagai sumber hingga Jumat siang pukul 11.00 WIB, Kepala Balai TNWK, MHD Zaidi, mengonfirmasi, luasan area yang terbakar terpantau minimal mencapai 25 hektare.
Namun, luas total kawasan yang terdampak sejak titik api pertama kali muncul pada Sabtu (19/9/2026) lalu belum dapat dipastikan karena pekatnya kabut asap yang membatasi jarak pandang petugas di lapangan.
Upaya penanggulangan terus diintensifkan oleh tim gabungan. Pada Kamis (1/10/2026), operasi udara menggunakan helikopter water bombing telah melakukan 54 kali manuver penyiraman air di titik-titik kritis.
Sementara itu, tim darat yang menyisir langsung ke lokasi diperkirakan telah berhasil memadamkan api di area seluas 10 hektare.
Tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim pemadam adalah karakteristik area yang terbakar merupakan lahan gambut.
Kondisi ini menyebabkan api dapat terus bertahan dan menjalar di bawah permukaan tanah, serta berpotensi kembali membesar sewaktu-waktu saat dipicu oleh angin kencang.
Sebagai informasi, krisis karhutla di kawasan konservasi ini telah berulang kali terjadi. Catatan Balai TNWK menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2026, telah terjadi sedikitnya 21 insiden kebakaran dengan estimasi total luasan lahan yang hangus mencapai sekitar 7.000 hektare. (*)






