Bawa Kabur Anak di Bawah Umur, Pria Ini Terjaring Razia Kos di Pringsewu, Terancam 12 Tahun Bui!

- Editor

Senin, 24 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Pringsewu – Kepolisian Resor (Polres) Pringsewu resmi menetapkan FD (25) sebagai tersangka dalam kasus dugaan persetubuhan dan pencabulan terhadap anak di bawah umur.

​Penetapan ini dilakukan usai FD diamankan dalam razia gabungan Polres Pringsewu dan Satpol-PP, di mana ia kedapatan berada di dalam satu kamar kos bersama A (16), seorang pelajar asal Kecamatan Pugung, Kabupaten Tanggamus, pada Minggu (23/8/2026) dini hari.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Kasat Reskrim Polres Pringsewu Iptu Rosali mengonfirmasi peningkatan status hukum tersebut pada Senin (24/8/2026).

Langkah ini diambil penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) setelah menerima laporan resmi dari orang tua korban, memeriksa para saksi, mengumpulkan barang bukti, serta melaksanakan gelar perkara.

​Berdasarkan penyelidikan kepolisian, kasus ini bermula dari perkenalan di dunia maya, tersangka dan korban mulai berkenalan lewat media sosial sekitar dua bulan sebelum kejadian, dilanjutkan dengan pertukaran nomor telepon dan komunikasi intens.

Pada Sabtu (22/8/2026), tersangka FD menjemput korban tidak jauh dari rumahnya dan membawanya pergi ke Pringsewu tanpa seizin orang tua korban.

Korban dibawa ke sebuah rumah kos, yang diduga menjadi tempat kejadian perkara (TKP) tindak pidana pencabulan tersebut.

Keberadaan keduanya terungkap saat petugas gabungan menggelar razia penyakit masyarakat (pekat). Mereka ditemukan di dalam kamar sekitar pukul 00.30 WIB.

​Selain tersangka dan korban, pihak kepolisian sebelumnya juga telah mengamankan perempuan berinisial F (19) yang diduga sebagai penyewa kamar kos tersebut untuk dimintai keterangan.

​Ancaman Pidana

​Tersangka FD kini telah ditahan di Rutan Polres Pringsewu untuk masa penahanan 20 hari pertama.

Penyidik tengah melengkapi berkas perkara agar dapat segera dilimpahkan kepada Jaksa Penuntut Umum (JPU), dengan tetap mengutamakan pendampingan dan perlindungan terhadap korban yang masih berstatus anak.

​Atas perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal berlapis, meliputi Pasal 473 ayat (2) KUHP dan/atau Pasal 81 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.

​Dengan sangkaan pasal tersebut, tersangka terancam hukuman pidana penjara maksimal selama 12 tahun. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang di Tol Terpeka Lampung, Hutama Karya Bantah Tutup Gerbang Tol Menggala
Perjuangan Nakes di Ujung Tanggamus, Layani 7 Pekon dengan 5 Petugas, Akses Hanya Lewat Laut!
Perkuat Integritas, Lapas Kotaagung Gelar Binrohtal untuk Petugas dan Warga Binaan
100 Polisi Gerebek Sarang Narkoba di Jabung Lamtim, 6 Orang Diciduk dan Senpi Rakitan Disita!
Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan, Bupati Tanggamus Lantik 47 Kepsek, Berikut Daftar Lengkapnya!
Dari Pajero Hingga Alphard, 7 Mobil Rental Raib, Anggota DPRD Bandar Lampung Mangkir Dipanggil Polda Lampung!
Kejari Pesawaran Tahan Kades Durian, Korupsi Dana Desa Rp429,6 Juta! 
Awas! Kualitas Udara Lampung Masuk Kategori Tidak Sehat, Imbas Asap Karhutla
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 13:31 WIB

Asap Karhutla Ganggu Jarak Pandang di Tol Terpeka Lampung, Hutama Karya Bantah Tutup Gerbang Tol Menggala

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:25 WIB

Perjuangan Nakes di Ujung Tanggamus, Layani 7 Pekon dengan 5 Petugas, Akses Hanya Lewat Laut!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:37 WIB

Perkuat Integritas, Lapas Kotaagung Gelar Binrohtal untuk Petugas dan Warga Binaan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Tegaskan Tidak Ada Jual Beli Jabatan, Bupati Tanggamus Lantik 47 Kepsek, Berikut Daftar Lengkapnya!

Jumat, 16 Oktober 2026 - 07:45 WIB

Dari Pajero Hingga Alphard, 7 Mobil Rental Raib, Anggota DPRD Bandar Lampung Mangkir Dipanggil Polda Lampung!

Berita Terbaru