Manfaatkan Lahan Telantar Bekas Hama Babi, Buronan S Nekat Tanam Ganja di Gunung Seminung Lambar

- Editor

Senin, 28 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Caption : Istimewa

Hariannarasi.com, Bandar Lampung – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Lampung Barat menemukan ladang ganja yang tersembunyi di kawasan Gunung Seminung, Kecamatan Sukau, Kabupaten Lampung Barat, pada Sabtu (26/9/2026).

Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan delapan pohon ganja hidup serta sejumlah tanaman yang telah mengering sebagai barang bukti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Dodi Suryadin, menjelaskan, pengungkapan ini berawal dari informasi mengenai aktivitas seseorang berinisial S. Terduga pelaku diketahui menanam ganja di sekitar perkebunan kopi.

​Secara terpisah, Kasatnarkoba Polres Lampung Barat, Iptu Andy Ruswandy, mengungkapkan, ladang tersebut berada di lahan terbengkalai dan sengaja disamarkan di tengah semak belukar setinggi dua meter sehingga sulit terpantau dari luar.

​”Yang hidup ada delapan pohon. Kalau yang kering sudah di polybag, mati kemungkinan karena kemarau,” ujar Andy, Senin (28/9/2026).

​Menurut keterangan pemilik lahan, tanah di samping kebun kopi tersebut awalnya digunakan untuk menanam sayuran.

Namun, lahan itu sudah lima tahun ditelantarkan karena kerap diserang hama babi. Pemilik lahan dipastikan tidak mengetahui perihal keberadaan tanaman ilegal tersebut.

​Hingga kini, aparat kepolisian masih memburu terduga pelaku berinisial S yang sudah tidak berada di gubuknya saat penggerebekan.

Petugas juga tengah menelusuri kemungkinan adanya titik penanaman ganja lain di perbukitan Gunung Seminung.

​Menyusul temuan ini, Kombes Dodi mengimbau masyarakat untuk segera melapor jika melihat tanaman mencurigakan dengan ciri daun menyerupai singkong berukuran kecil. Ia juga memperingatkan masyarakat terkait pergeseran tren narkotika.

​”Ganja kini tidak hanya berbentuk daun untuk dihisap, tetapi bisa diekstrak menjadi cairan yang berpotensi digunakan pada perangkat rokok elektrik atau vape,” jelasnya.

​Dodi menegaskan, pemberantasan narkoba tidak boleh hanya sebatas operasi musiman kepolisian, melainkan harus dilakukan secara rutin dengan menargetkan langsung para bandarnya. (*)

Facebook Comments Box

Berita Terkait

8 Aki Dicuri dan Belasan Panel Surya Rusak, Sistem Pantau Gunung Anak Krakatau Lumpuh Sebagian
Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas, Siswa SDN 2 Way Dadi Baru Alami Patah Kaki
Warga Binaan Dijadikan Objek Bancakan, Dugaan Korupsi Anggaran Rutan Kelas IIB Sukadana Tembus Rp3,4 Miliar!
Karma Instan! Niat Tancap Gas Bawa Tas Curian, Jambret di Pringsewu Malah Terjungkal
Kabur ke Kaltim, Predator Anak Berkedok Tokoh Dituakan di Way Kanan Akhirnya Dibekuk
Pemkot Metro Rombak 34 Pejabat, Berikut Daftar Lengkapnya! 
Hanya dalam Dua Pekan, Polda Lampung Lumpuhkan Jaringan Narkoba Bernilai Rp158 M! ​Kiriman 85,9 Kg Sabu Gagal Beredar
Bus Adhi Prima Alami Kecelakaan di Mesuji, Sopir Kabur, Tiga Penumpang MD!
Berita ini 0 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 14:45 WIB

8 Aki Dicuri dan Belasan Panel Surya Rusak, Sistem Pantau Gunung Anak Krakatau Lumpuh Sebagian

Senin, 28 September 2026 - 14:38 WIB

Manfaatkan Lahan Telantar Bekas Hama Babi, Buronan S Nekat Tanam Ganja di Gunung Seminung Lambar

Senin, 28 September 2026 - 14:23 WIB

Jadi Korban Perundungan Kakak Kelas, Siswa SDN 2 Way Dadi Baru Alami Patah Kaki

Senin, 28 September 2026 - 09:16 WIB

Karma Instan! Niat Tancap Gas Bawa Tas Curian, Jambret di Pringsewu Malah Terjungkal

Senin, 28 September 2026 - 08:45 WIB

Kabur ke Kaltim, Predator Anak Berkedok Tokoh Dituakan di Way Kanan Akhirnya Dibekuk

Berita Terbaru